Lintas Nusa

Media Lintas Informasi Antar Nusa

Pariwisata

Quality of Life Sebagai Bagian Dari Pendidikan di Era New Normal

Lintasnusa.com- COVID-19 yang telah mewabah sejak awal tahun dan berdampak luar biasa pada beberapa aspek kehidupan masyarakat secara global, tidak terkecuali di dunia pendidikan yang memaksa sebagian besar masyarakat untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar dari rumah. Hal ini telah merubah cara hidup masyarakat, bahkan di masa transisi kenormalan baru saat ini untuk dapat kembali beraktivitas secara produktif sembari menekan penyebaran pandemi agar tidak kembali merebak.

Stephen Wahyudi Santoso, President of Binus Higher Education mengatakan, ketika pandemi mulai mewabah di Indonesia. Sejak Februari 2020, BINUS telah melakukan antisipasi penanggulangan pandemi. Mulai dari menerapkan protokol kesehatan dan secara bertahap melakukan kegiatan perkuliahan tatap muka dengan online secara 50:50 dengan tujuan mengurangi density di lingkungan kampus. Sebelumnya, BINUS memang telah integrasikan online learning sebagai bagian dari program perkuliahan dengan prosentase sekitar 30%. Sehingga ketika kegiatan belajar mengajar harus dilakukan dari rumah secara online, dari segi teknologi, kapasitas, dan materi kami sudah lebih siap.

Menanggapi akan metode pembelajaran di era new normal, ia berpendapat bahwa tidak semua pembelajaran ke depannya akan full online. Kami masih percaya pengalaman belajar di kampus, pengalaman belajar di kelas, interaksi mahasiswa dengan sesama mahasiswa, interaksi mahasiswa dengan dosen masih sangat penting.

“Saat ini kami akan menggunakan kombinasi antara online dengan onsite dan akan terus mengembangkan sistem pembelajaran dan menyesuaikan dengan kondisi pandemi yang yang hingga saat ini belum dapat diprediksi kapan akan berakhir,” ungkapnya dalam acara Binus Online Meet and Greet with Journalists dengan topik “Penyelenggaraan Pendidikan di era New Normal” pada (3/7/2020) via Zoom.

Sementara itu, Prof. Harjanto Prabowo, Rektor Binus University menilai pendidikan itu sangat terkait dengan perkembangan masyarakat. Pendidikan membuat masyarakat berkembang, perkembangan masyarakat membuat pendidikan berkembang. Interaksi itu yang harus terus ditangkap oleh lembaga pendidikan seperti BINUS agar lembaga pendidikan relevan dan memberikan solusi kepada masyarakat”.

“Pendidikan membutuhkan interaksi. Kehadiran pandemi dalam kehidupan masyarakat secara global dikhawatirkan akan mengganggu interaksi sosial. BINUS tidak hanya mengedepankan pola-pola pengajaran, namun juga pengembangan karakter, quality of life, pengalaman hidup mahasiswa. Di satu sisi kami memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran di masa pandemi, namun kami juga tidak akan melupakan interaksi dengan mengedepankan protokol secara ketat sesuai dengan kenormalan baru,” ujar Prof. Harjanto.

George Wijaya Hadipoespito, Vice President of Binus Higher Education juga mengedepankan pentingnya meningkatkan engagement baik bagi mahasiswa, dosen, maupun karyawan.

“Learn from home yang harus dilakukan secara tiba-tiba dan dalam waktu yang lama membutuhkan penyesuaian yang besar. Untuk tetap menjaga motivasi agar tetap produktif kami membuat aktivitas seperti work-out from home, berdoa bersama, dan challenge melalui social media atau permainan yang tetap meningkatkan interaksi baik sesama karyawan, dosen, maupun mahasiswa,” pungkasnya. (red)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *