Lintas Nusa

Media Lintas Informasi Antar Nusa

Metropolitan

GUSKAMLA KOARMADA I SIAGAKAN PATROLI DI WILAYAH PERBATASAN

Lintasnusa.com-Batam, 30 Agustus 2020,– Kegiatan operasi yang digelar dibawah kendali operasi Guskamla Koarmada I digelar disejumlah wilayah perbatasan strategis yang melibatkan sejumlah KRI, Pesud dan Helly BO 105 guna menciptakan keamanan laut yang terkendali. Penyekatan disepanjang Selat Malaka mulai dari Perairan Sabang sampai Tanjung Berakit guna mengantisipasi berbagai kegiatan illegal terus digelar, demikian juga disejumlah perairan rawan aktivitas illegal lainnya di Perairan Cirebon, Merak, Lampung, Bangka Belitung tidak luput dari kegiatan operasi keamanan laut.

Kerjasama Patroli terkoordinasi (Patkor) dengan negara tetangga dilaksanakan, antara lain Patkor Indindo, Malindo, Thailand, serta Patroli Perbatasan dengan Singapura.

Pemanfaatan Puskodal Guskamla I sepanjang tahun 2020 telah mendeteksi lalu lintas pelayaran disepanjang Selat Malaka dengan data kapal niaga 31.894 dan pelintasan kapal perang sebanyak 193. Kapal niaga yang terdeteksi terdiri dari tanker 14.862, cargo 11.396, pessenger 2438, tug/towing 3198. Sedangkan pelintasan Kapal perang sebanyak 193 dari sejumlah negara.

Upaya penegakkan hukum yang dilaksanakan pada tahun 2020 telah memeriksa sebanyak 2.904 kapal berbagai jenis type/jenis, ukuran dan bendera, 59 kapal diantaranya diproses lanjut disejumlah pangkalan.

Kegiatan yang baru dilaksanakan diantaranya adalah Passex antara KRI Sutanto-377 yang di Komandani Letkol Laut (P) Memet Kurniawan dengan TLDM KD Laksamana Tun Abdul Jamil 167 di Perairan Selat Malaka.

Meneruskan perintah Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., Danguskamla Koarmada I, Laksma TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.M., menyerukan agar kegiatan Passex dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan menampilkan performa KRI yang prima karena akan berdampak pada kehormatan bangsa dan negara.

Disisi lain, KRI Tjiptadi yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Ricky Intriadi berhasil menangkap KIA Vietnam di Perairan Natuna yang melakukan aktivitas illegal penangkapan ikan.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *