Lintasnusa.com-Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin sebagai Capres petahana ditantang kembali oleh pasangan nomor urut O2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Pilpres bemuansa rematch kali ini tentu jauh berbeda dengan kondisi Pilpres 2014 yang lalu.
“Sebagai petahana, Jokowi dalam posisi mempertahankan jabatannya, sedangkan Prabowo yang sudah kali ketiga bertarung di Pilpres tentu menjadikan ajang Pilpres kali ini sebagai pertaruhan terakhirnya untuk membuktikan bahwa dirinya mampu memenangkan kontestasi melawan Jokowi,”sebut Fadli Nasution, Kordinator Nasional Jaringan Relawan Jokowi (Jala Jokowi), pada gelar Nonton Bareng Debat Capres ke-2 bersama warga Jakarta, di Gedung Juang 45 Menteng, dengan mengambil tema “Satukan Suara untuk Indonesia Maju” Minggu (17/2)
Menurut Fadli, berbeda dengan pasangan Cawapres yaitu KH. Ma’ruf Amjn dan Sandiaga Uno, bila terpilih menjadi Wapres, bagi Kiyai Ma’ruf adalah wujud pengabdian terakhirnya bagi bangsa dan negara, mengingat usianya yang sudah cukup lanjut. Lain halnya dengan Sandiaga Uno, setelah sukses dalam Pilkada DKI mendampingi Gubernur Anies Baswedan, bagi Sandi bila terpilih menjadi Wapres mendampingi Prabowo, akan menjadi modal utama untuk bisa menjadi Presiden di tahun 2024. “Jika pun tidak terpilih, pengalaman dalam Pilpres kali ini, sudah mengantarkannya berkeliling untuk menyapa dan mengenal langsung rakyat Indonesia. Setidaknya, Sandi telah berhasil menjadi brand image di kalangan milenial dan emak-emak militan perkotaan,”terang Fadli
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2019-2024 yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang, tinggal menghitung hari.Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai pihak penyelenggara Pilpres, akan mengadakan debat ke-2 pada hari Minggu tanggal 17 Februari 2019 bertempat di Hotel Sultan Jakarta. Debat kali ini mengambil tema: ‘Energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur”
Menurut Dia, setelah debat pertama yang kurang menarik dan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, debat kedua kali ini yang hanya menampilkan Jokowi vs Prabowo saja tanpa didampingi Cawapres, diprediksi akan berlangsung menarik dan mencerdaskan pemilih dalam menentukan pilihannya nanti. Sebagai Capres petahana, bagi Jokowi menyerang adalah pertahanan yang paling baik. Berbagai pengalaman sebagai presiden dalam membangun Indonesia selama 4 tahun terakhir di bidang energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur, akan dikupas tuntas dalam visi misi nya. “Seluruh keunggulan dan keberhasilan akan ditampilkan, terutama di bidang infrastruktur yang bisa dirasakan manfaatnya secara nyata oleh sebagian besar rakyat di seluruh Indonesia.”urai Fadli
Tambahnya, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, tentu akan lebih banyak menyajikan kritikan dan penilaian negatif terbadap keberhasilan kinerja pemerintahan petahana. Mengingat masih minimnya pengalaman sebagai pernimpin di pemerintahan negara, disamping belum ada keberhasilan yang bisa ditonjolkan. Visi misi Prabowo akan lebih tepat jika dikatakan sebagai ‘janji-janji kampanye’ apabila nanti nya terpilih scbagai Presiden RI 2019-2024. Bagi Jokowi diperlukan ketenangan yang matang sebagai seorang negarawan yang telah berpengalaman dalam memimpin kota, propinsi dan negara. Menghadapi Capres penantang, diperlukan kesabaran tingkat tinggi, tidak perlu emosional yang dapat merugikan dari segi penampilan dan simpati publik. Cukuplah kritikan, fltnah dan berita hoax di sosial media, dibalas dengan data, fakta dan kerja nyata.
“Mengingat menariknya debat Capres ke-2 kali ini, kami sebagai bagian dari relawan pemenangan Jokowi-Amin, merasa terpanggil untuk berpartisipasi dalam memberikan dukungan moril dan suara bagi kemenangan Jokowi-Amin dalam Pilpers 2019 mendatang”pungkas Fadli.
Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here