Perkuat Kolaborasi Penanggulangan Bencana, BNPB dan AFAD Turkiye Tandatangani Nota Kesepahaman

Berita246 Dilihat

Ankara, Turkiyelintasnusa.com–Bantuan kemanusiaan Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Turkiye pascagempa bumi magnitudo 7,8 yang terjadi pada tahun 2024 kini berlanjut ke tahap penguatan kerja sama bilateral di bidang penanggulangan bencana.

Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. ke Ankara, Rabu (9/4/2025). Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Otoritas Penanggulangan Bencana Turkiye (AFAD), Ali Hamza Pehlivan, untuk membahas peningkatan kolaborasi antarnegara dalam penanggulangan bencana.

Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) ditandatangani pada Kamis (10/4) di Ankara, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Turkiye.

MoU ini mencakup sejumlah ruang lingkup kerja sama strategis, antara lain:

  • Penyelenggaraan konferensi, seminar, dan pelatihan bersama.

  • Pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kebencanaan.

  • Simulasi tanggap darurat bersama.

  • Pertukaran pengetahuan dan praktik baik dalam konteks penanggulangan bencana.

  • Komitmen dukungan timbal balik saat terjadi bencana di masing-masing negara.

Kepala BNPB menegaskan bahwa pelatihan bersama akan diarahkan pada peningkatan kualitas SDM dan penguatan sistem tanggap darurat yang lebih efektif di kedua negara.

Baca Juga : BPBD DKI Jakarta Laksanakan Monitoring Lokasi Rawan Longsor di Jagakarsa

Tindak lanjut dari penandatanganan MoU ini adalah penyusunan Rencana Aksi (Plan of Action) yang akan diterjemahkan ke dalam kerangka waktu, aktivitas, dan indikator kerja sama yang jelas.

Pada kesempatan tersebut, kedua negara juga sepakat untuk mengembangkan kerja sama trilateral dan kolaborasi Selatan-Selatan, guna mendukung penanggulangan bencana di negara ketiga, kelompok kerja sama kawasan, dan negara-negara yang membutuhkan dukungan teknis kebencanaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar