Tanggap dan Tanpa Pamrih, TNI Evakuasi Ibu Hamil dari Pedalaman Menuju Fasilitas Kesehatan

Berita310 Dilihat

Papua – lintasnusa.com–Aksi heroik kembali dilakukan oleh Satgas Yonif 641/Beruang (Bru), kali ini dari Pos Kelila yang berada di Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan. Dengan penuh tanggung jawab dan rasa kemanusiaan, personel TNI mengevakuasi seorang ibu hamil bernama Mama Yowendi Wenda (35 tahun) yang mengalami kesulitan dalam proses persalinan dan harus segera mendapat pertolongan medis lanjutan, pada Kamis (10/4/2025).

Kejadian bermula dari laporan warga sekitar yang mengabarkan kondisi kritis Mama Yowendi. Dengan sigap, personel Pos Kelila bergerak menuju rumah warga tersebut yang letaknya cukup jauh dan terpencil. Mereka langsung melakukan pemeriksaan awal bersama tenaga kesehatan pos dan suster dari Puskesmas Kelila, sebelum memutuskan bahwa Mama Yowendi harus segera dirujuk ke RSUD Wamena, karena kondisi persalinannya berisiko tinggi.

“Jarak antara rumah pasien ke Puskesmas cukup jauh dan kondisi geografis juga cukup berat. Maka kami putuskan untuk segera mengevakuasi Mama Yowendi ke RS Wamena agar proses persalinan bisa ditangani dengan lebih aman dan maksimal,” jelas Danpos Kelila, Kapten Inf Rio Bayu Rindyatmaja.

Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan pengawalan ketat. Ketanggapan para personel TNI tidak hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi juga menjaga harapan sebuah keluarga yang sedang menanti kehadiran anggota baru.

Sang suami, dengan nada penuh haru, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para prajurit yang sudah hadir membantu istrinya.

Baca Juga : Polres Metro Jakarta Timur Usut Tuntas Kasus Meninggalnya Mahasiswa UKI

“Mungkin kalau tidak ada bapak TNI, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada istri saya. Terima kasih sudah membantu kami. Ini bukan bantuan biasa, ini menyelamatkan hidup,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kisah ini sekali lagi menegaskan bahwa kehadiran TNI di wilayah-wilayah pedalaman bukan sekadar pengamanan wilayah, tapi juga sebagai pelayan masyarakat dan penjaga kehidupan. Lewat kepedulian yang nyata, mereka hadir saat masyarakat membutuhkan, tak kenal waktu dan tanpa pamrih.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *