PSIM Tundukkan Borneo FC 2-1, Guntur Cahyo Utomo Sebut Awal Kebangkitan

Berita, Olahraga13 Dilihat

Bantu, Lintasnusa.com – PSIM Yogyakarta akhirnya berhasil mengakhiri periode sulit setelah meraih kemenangan perdana di kompetisi BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram sukses menaklukkan Borneo FC dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan kedelapan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (1/11/2026) sore WIB.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Baca Juga : Isenmulang FC Kalah 0-4 dari Persib, Mundari Karya: Beruntung Hanya Kebobolan Empat Gol

Kemenangan ini terasa istimewa karena PSIM harus berjuang dari posisi tertinggal. Sempat kebobolan lebih dahulu pada babak pertama, tim tuan rumah mampu bangkit selepas turun minum dan membalikkan keadaan melalui gol Adrian Purzycki serta Savio Sheva.

Hasil positif tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri bagi PSIM Yogyakarta setelah melewati rangkaian pertandingan yang tidak mudah. Tiga poin dari Borneo FC juga menjadi momentum penting untuk membangun kembali performa tim dalam persaingan kompetisi musim ini.

Caretaker pelatih PSIM, Guntur Cahyo Utomo, menyambut kemenangan tersebut dengan penuh rasa syukur. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pemain yang tetap berjuang hingga pertandingan berakhir, meskipun tim sempat berada dalam situasi tertinggal.

Borneo FC Unggul Lebih Dahulu Lewat Gol Asgal Habib

Pertandingan PSIM Yogyakarta melawan Borneo FC berlangsung dengan persaingan ketat sejak awal. Kedua tim sama-sama berusaha mengambil kendali permainan dan menciptakan peluang untuk membuka keunggulan.

PSIM yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri berusaha memanfaatkan dukungan suporter untuk memberikan tekanan kepada tim tamu. Laskar Mataram bahkan mampu memperlihatkan permainan dominan dalam sejumlah periode pertandingan.

Namun, dominasi tersebut belum mampu menghasilkan gol. Justru Borneo FC berhasil memanfaatkan kesempatan untuk mencetak gol lebih dahulu.

Pada menit ke-33, Asgal Habib sukses membawa Borneo FC unggul 1-0. Gol tersebut membuat PSIM harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.

Keunggulan Borneo FC bertahan hingga babak pertama berakhir. Situasi tersebut membuat PSIM membutuhkan perubahan strategi dan peningkatan efektivitas serangan pada babak kedua.

PSIM Bangkit pada Babak Kedua

Memasuki babak kedua, PSIM Yogyakarta menunjukkan semangat berbeda. Tim tuan rumah tampil lebih agresif dan berusaha meningkatkan tekanan ke area pertahanan Borneo FC.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-57. Adrian Purzycki berhasil mencetak gol penyama kedudukan yang mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Laskar Mataram. Setelah berhasil menyamakan kedudukan, kepercayaan diri para pemain meningkat dan tekanan terhadap pertahanan Borneo FC semakin intensif.

Tidak membutuhkan waktu lama, PSIM kembali mencetak gol. Tujuh menit setelah gol penyama kedudukan, tepatnya pada menit ke-64, Savio Sheva berhasil membobol gawang Borneo FC.

Gol Savio Sheva membuat PSIM berbalik unggul 2-1. Stadion Sultan Agung pun menjadi saksi perjuangan Laskar Mataram dalam membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal pada babak pertama.

Keunggulan tersebut mampu dipertahankan hingga pertandingan selesai. PSIM akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 2-1 sekaligus mengamankan tiga poin penting.

Guntur Cahyo Utomo Syukuri Kerja Keras Pemain

Caretaker pelatih PSIM Yogyakarta, Guntur Cahyo Utomo, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya setelah tim berhasil meraih kemenangan atas Borneo FC.

Menurut Guntur, keberhasilan mendapatkan tiga poin merupakan hasil kerja keras para pemain, dukungan suporter, serta doa keluarga yang terus memberikan semangat kepada tim.

“Alhamdulillah semua berkat kerja keras para pemain, doa para suporter, doa keluarga kami di rumah, sehingga kami pulang dengan tiga poin. Jadi ini sesuatu yang kami syukuri, sesuatu yang luar biasa,” ujar Guntur seusai pertandingan.

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa pentingnya kemenangan ini bagi PSIM. Setelah melewati periode yang sulit, keberhasilan mengalahkan Borneo FC menjadi hasil yang patut disyukuri oleh seluruh elemen tim.

Guntur juga memberikan apresiasi terhadap penampilan anak asuhnya, terutama dalam membangun serangan dan menciptakan peluang pada pertandingan tersebut.

Ia menilai PSIM sebenarnya mampu tampil dominan selama sebagian besar babak pertama. Namun, sebuah kejadian setelah situasi restart membuat timnya harus menerima kenyataan tertinggal lebih dahulu.

“Secara permainan, 25-30 menit permainan kami sangat-sangat dominan. Ada banyak sekali peluang kami ciptakan. Cuma ada satu kejadian tiba-tiba setelah restart ya, tiba-tiba gol terjadi,” lanjutnya.

Evaluasi terhadap penyelesaian akhir dan konsentrasi pertahanan tentu menjadi bagian penting bagi PSIM agar performa positif tersebut dapat dipertahankan dalam pertandingan berikutnya.

Kemenangan Perdana Jadi Momentum Kebangkitan PSIM

Kemenangan atas Borneo FC memiliki arti penting bagi perjalanan PSIM Yogyakarta di BRI Super League 2026/2027.

Selain memberikan tambahan tiga poin, hasil ini juga berpotensi meningkatkan kepercayaan diri pemain setelah menghadapi periode yang tidak mudah pada awal kompetisi.

Membalikkan keadaan dari tertinggal 0-1 menjadi kemenangan 2-1 menunjukkan bahwa para pemain memiliki semangat untuk terus berjuang hingga pertandingan berakhir.

Mentalitas seperti ini menjadi modal penting bagi sebuah tim yang sedang berusaha menemukan kembali konsistensi permainan.

PSIM juga memperlihatkan kemampuan untuk meningkatkan intensitas serangan setelah turun minum. Dua gol yang tercipta dalam rentang tujuh menit menunjukkan bahwa perubahan permainan pada babak kedua memberikan hasil positif.

Meski demikian, kemenangan ini bukan berarti seluruh persoalan tim telah selesai. PSIM tetap membutuhkan evaluasi agar tidak kembali kehilangan konsentrasi, terutama ketika menghadapi situasi bola mati atau restart yang berpotensi dimanfaatkan lawan.

Dukungan Suporter Jadi Tambahan Motivasi Laskar Mataram

Dukungan suporter menjadi salah satu hal yang turut memberikan energi bagi PSIM Yogyakarta dalam menjalani pertandingan kandang.

Bagi sebuah tim, kehadiran pendukung di stadion bukan hanya memberikan atmosfer pertandingan yang lebih hidup, tetapi juga dapat menjadi sumber motivasi ketika pemain menghadapi situasi sulit.

Dalam pertandingan melawan Borneo FC, PSIM mampu menunjukkan semangat untuk bangkit meskipun sempat tertinggal. Apresiasi Guntur terhadap doa dan dukungan suporter memperlihatkan bahwa keberhasilan tim tidak hanya dipandang sebagai hasil kerja pemain dan pelatih, tetapi juga dukungan seluruh keluarga besar klub.

Kemenangan ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi hubungan positif antara tim dan pendukungnya dalam menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Tantangan PSIM Belum Berakhir

Meski berhasil meraih kemenangan perdana, perjalanan PSIM Yogyakarta di BRI Super League 2026/2027 masih panjang.

Laskar Mataram perlu menjaga momentum positif dan menjadikan kemenangan atas Borneo FC sebagai fondasi untuk memperbaiki performa secara berkelanjutan.

Konsistensi permainan, efektivitas penyelesaian akhir, serta kedisiplinan lini pertahanan akan menjadi faktor penting dalam pertandingan berikutnya.

Guntur Cahyo Utomo juga memiliki pekerjaan untuk memastikan para pemain tidak cepat berpuas diri. Kemenangan memang patut dirayakan, tetapi evaluasi tetap diperlukan agar tim dapat tampil lebih baik.

Hasil pertandingan di Stadion Sultan Agung menjadi bukti bahwa PSIM memiliki kemampuan untuk bangkit ketika berada dalam tekanan. Ketertinggalan pada babak pertama tidak membuat Laskar Mataram menyerah.

Dua gol dari Adrian Purzycki dan Savio Sheva akhirnya memastikan kemenangan 2-1 atas Borneo FC.

Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kemenangan tersebut bukan sekadar hasil sesaat, melainkan awal dari kebangkitan PSIM Yogyakarta dalam persaingan BRI Super League 2026/2027.