Tarian Erotis Seorang Perempuan hingga Buka Bra Mengguncang Kota Tasikmalaya, Viral di Medsos

Berita, Jabar361 Dilihat

Tasikmalaya, Lintasnusa.com – Warganet digegerkan dengan beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan aksi tarian erotis seorang perempuan dalam suasana pesta musik DJ di sebuah restoran hotel di Kota Tasikmalaya. Dalam rekaman yang tersebar luas di media sosial dan grup-grup percakapan WhatsApp itu, tampak seorang perempuan menari dengan gerakan yang dinilai tak senonoh, hingga melepas pakaian dalam di depan umum.

Peristiwa yang diduga terjadi pada Kamis malam, 28 Mei 2025, ini berlangsung di sebuah hotel yang berada di kawasan Jalan R.E. Martadinata, Tasikmalaya. Aksi tersebut sontak memicu reaksi keras dari publik, terlebih Kota Tasikmalaya selama ini dikenal dengan julukan Kota Santri yang lekat dengan nilai-nilai religius dan kesopanan.

Suasana Pesta Bergaya Klub Malam

Dalam rekaman berdurasi sekitar 30 detik itu, tampak ruangan dengan pencahayaan temaram khas klub malam, lengkap dengan iringan musik DJ bertempo cepat. Di tengah kerumunan perempuan lainnya, seorang wanita muda tampak menari penuh semangat sambil menggerakkan tubuh secara erotis.

Puncaknya, ia melepas bra yang dikenakan dan menyerahkannya kepada perempuan lain di sekitarnya. Aksi tersebut sontak disambut sorakan, tawa, dan bahkan direkam oleh beberapa ponsel yang tampak menyorot ke arahnya.

Tak butuh waktu lama, video ini pun menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, termasuk TikTok, Instagram, hingga grup WhatsApp warga Tasikmalaya. Tagar seperti #ViralTasik dan #TasikmalayaHeboh sempat masuk dalam jajaran tren lokal di media sosial.

Reaksi Warga: “Ini Bukan Cerminan Kota Santri”

Tak sedikit masyarakat yang menanggapi aksi tersebut dengan rasa kecewa dan marah. Banyak pihak menilai bahwa tindakan tersebut mencederai nilai moral dan budaya masyarakat Tasikmalaya yang selama ini dikenal religius.

Seorang tokoh masyarakat, KH. Maman Surahman, mengatakan bahwa kejadian ini menjadi alarm bagi semua pihak.

“Kita semua prihatin. Tasikmalaya bukan kota besar yang punya banyak tempat hiburan malam. Ketika muncul kejadian seperti ini, jelas merusak citra religius yang selama ini kita jaga,” ujar KH. Maman saat dimintai tanggapan, Selasa (3/6/2025).

Bahkan, beberapa tokoh pemuda dan ormas setempat menyuarakan agar pemerintah lebih tegas dalam mengawasi aktivitas hiburan malam di hotel atau restoran yang berpotensi menyimpang dari norma dan aturan.

Tanggapan Satpol PP Kota Tasikmalaya

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya langsung bergerak cepat. Pihaknya melakukan pemanggilan terhadap pengelola restoran tempat berlangsungnya acara musik DJ itu untuk dimintai klarifikasi.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Tasikmalaya, Junjun Junaedi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan dengan pihak pengelola dan instansi terkait.

“Kami sudah melakukan upaya pemanggilan terhadap pengelola untuk klarifikasi terkait beredarnya rekaman video yang menampilkan tarian erotis tersebut. Selain itu, kami juga mengundang perwakilan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar),” jelas Junjun saat dikonfirmasi wartawan.

Kelalaian Pengelola: Restoran Akan Ditutup Mandiri

Dalam pertemuan itu, pihak pengelola restoran mengakui bahwa telah terjadi kelalaian pengawasan saat acara berlangsung. Menurut Junjun, pengelola menyatakan tidak mengetahui secara detail bahwa akan terjadi aksi seperti itu di acara musik DJ yang mereka gelar.

“Mereka mengakui adanya kelalaian yang menyebabkan pengunjung melakukan aksi yang tidak etis. Sebagai bentuk tanggung jawab moral, pengelola menyatakan akan menutup restoran secara mandiri,” tambahnya.

Meski begitu, Satpol PP tetap melakukan pencatatan dan pemantauan ketat terhadap tempat usaha tersebut. Tidak menutup kemungkinan, tindakan administratif atau hukum bisa diterapkan jika ditemukan pelanggaran lanjutan atau tidak ada itikad baik.

Evaluasi Iklim Hiburan Malam di Kota Santri

Peristiwa ini membuka kembali perdebatan soal eksistensi hiburan malam di Kota Tasikmalaya. Beberapa kalangan menilai bahwa selama ini kontrol terhadap acara-acara hiburan yang berpotensi menyimpang masih sangat lemah. Padahal, acara DJ atau live music yang diselenggarakan di restoran atau hotel seringkali menjadi celah yang sulit diawasi.

Baca Juga : Hari Pertama Aturan Jam Malam, Sepanjang Jalan Cinere Depok Sepi

Ketua Forum Peduli Masyarakat Tasikmalaya (FPMT), Arief Maulana, mendesak pemerintah untuk mengevaluasi izin operasional tempat hiburan malam secara menyeluruh.

“Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin ini hanya awal. Jangan sampai label Kota Santri hanya jadi simbol tanpa makna. Pemerintah harus hadir secara nyata,” tegas Arief.

Disporabudpar Siap Kaji Ulang Izin Acara Musik

Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya menyatakan siap melakukan evaluasi terhadap izin penyelenggaraan event musik, khususnya yang digelar di hotel atau restoran.

Kepala Disporabudpar, Lilis Handayani, mengatakan bahwa pihaknya akan menyesuaikan regulasi agar mencegah kejadian serupa.

“Kami tidak melarang kreativitas dan hiburan. Tapi semuanya harus tetap dalam koridor budaya, agama, dan hukum. Kejadian ini tentu akan jadi bahan evaluasi serius,” ujarnya.

Kesimpulan: Perlu Sinergi untuk Jaga Marwah Kota

Kejadian viral tarian erotis di sebuah restoran hotel di Tasikmalaya menjadi pukulan keras bagi citra Kota Santri. Meski pelaku belum diketahui identitasnya secara pasti, namun peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap kegiatan hiburan malam, khususnya yang berpotensi menimbulkan pelanggaran norma dan etika.

Pemerintah Kota, aparat penegak hukum, pemilik usaha, serta masyarakat diharapkan dapat bersinergi untuk menjaga citra dan moralitas kota ini. Kesadaran bersama harus ditanamkan bahwa nilai budaya dan agama yang dijunjung tinggi oleh warga Tasikmalaya bukan hanya slogan, tetapi juga pedoman dalam beraktivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *