Sopir Truk Ditikam Saat Antre Solar di SPBU Makassar, Diduga Dipicu Serobot Antrean

Berita, Keriminal61 Dilihat

Jakarta – Perselisihan saat mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung pada aksi penikaman. Seorang sopir truk bernama Aswandi (30) mengalami luka tusuk setelah diduga ditikam oleh sesama sopir truk, Hendra (31).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Insiden tersebut diduga dipicu persoalan antrean saat kedua sopir hendak mengisi solar. Polisi menyebut korban diduga menyerobot antrean pelaku, sehingga terjadi cekcok yang kemudian berujung pada tindak kekerasan menggunakan senjata tajam.

Korban kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara pelaku telah diamankan aparat kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Penikaman Terjadi di SPBU Cokroaminoto Makassar

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 09.44 WITA di SPBU Cokroaminoto, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Saat itu, sejumlah kendaraan, termasuk truk pengangkut barang, tengah mengantre untuk mendapatkan pasokan BBM solar.

Baca Juga : Andrew Tate dan Tristan Tate Ditangkap di AS, Hadapi 59 Dakwaan Termasuk Pemerkosaan dan Perdagangan Seks

Menurut informasi awal dari kepolisian, situasi yang semula hanya berupa antrean biasa berubah menjadi pertengkaran antara dua sopir truk.

Perselisihan yang tidak dapat diredam akhirnya berkembang menjadi aksi penikaman.

Diduga Dipicu Persoalan Antrean Solar

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Ismail, menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab insiden adalah masalah antrean.

Korban diduga masuk ke jalur pengisian tanpa mengikuti urutan antrean yang telah ada sebelumnya.

Hal tersebut memicu kemarahan pelaku hingga terjadi adu mulut di lokasi SPBU.

“Ada laporan masuk terkait penikaman yang terjadi saat antre solar. Kejadiannya antara sesama sopir mobil truk,” ujar Iptu Ismail.

Meski demikian, polisi masih mendalami kronologi secara menyeluruh dengan memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian.

Pelaku Melakukan Dua Kali Penusukan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku sempat melakukan dua kali serangan menggunakan senjata tajam.

Namun, korban berhasil menghindari salah satu serangan tersebut.

“Ada dua kali tikaman yang dilakukan pelaku, tetapi hanya satu yang mengenai badan korban. Tikaman yang satunya berhasil ditangkis,” jelas Iptu Ismail.

Akibat satu luka tusuk yang mengenai tubuhnya, korban mengalami cedera dan membutuhkan penanganan medis segera.

Korban Dirawat di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo

Setelah kejadian, warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan kepada korban.

Aswandi kemudian dilarikan ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar untuk mendapatkan perawatan medis.

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terbaru korban maupun tingkat keparahan luka yang dialaminya.

Tim medis masih melakukan observasi dan penanganan terhadap korban.

Pelaku Berhasil Diamankan Polisi

Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku.

Hendra kini berada dalam pengawasan penyidik Polsek Tamalanrea untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga mengamankan barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi penikaman.

Selain memeriksa pelaku, penyidik tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta menelaah rekaman kamera pengawas (CCTV) apabila tersedia di area SPBU.

Polisi Selidiki Motif Secara Menyeluruh

Meski dugaan awal mengarah pada persoalan antrean BBM solar, kepolisian masih membuka kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Pemeriksaan terhadap korban, pelaku, dan para saksi diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai kronologi kejadian.

Penyidik juga akan menentukan pasal yang akan dikenakan kepada pelaku berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang terkumpul.

Antrean BBM Kerap Memicu Ketegangan

Insiden di SPBU Cokroaminoto kembali menjadi pengingat bahwa antrean panjang pengisian BBM, khususnya solar, dapat memicu ketegangan apabila tidak disikapi dengan kepala dingin.

Solar merupakan jenis bahan bakar yang banyak digunakan kendaraan niaga seperti truk, bus, dan kendaraan angkutan barang.

Saat terjadi antrean panjang, potensi perselisihan dapat meningkat apabila tidak ada kepatuhan terhadap aturan antrean maupun pengaturan lalu lintas kendaraan di area SPBU.

Pentingnya Menyelesaikan Perselisihan Tanpa Kekerasan

Perbedaan pendapat di ruang publik, termasuk saat mengantre layanan, sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi atau meminta bantuan petugas apabila diperlukan.

Penggunaan kekerasan tidak hanya membahayakan keselamatan orang lain, tetapi juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum yang serius bagi pelaku.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian secara damai apabila terjadi perselisihan.

Proses Hukum Masih Berjalan

Kasus penikaman ini kini ditangani oleh Polsek Tamalanrea.

Penyidik masih melengkapi berkas perkara dengan memeriksa saksi, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan korban setelah kondisinya memungkinkan.

Hasil penyidikan nantinya akan menjadi dasar penetapan pasal dan proses hukum terhadap pelaku sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kesimpulan

Kasus penikaman yang terjadi di SPBU Cokroaminoto, Makassar, diduga bermula dari perselisihan antrean pengisian BBM solar antara dua sopir truk. Akibat insiden tersebut, Aswandi mengalami luka tusuk dan harus menjalani perawatan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, sementara Hendra telah diamankan polisi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga emosi dan menyelesaikan konflik secara damai, terutama di ruang publik. Aparat kepolisian masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian untuk memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.