Brigjen TNI Singgih Gandeng Mahasiswa Cipayung Plus Wujudkan Ketahanan Pangan di Jawa Timur

Berita499 Dilihat

Surabayalintasnusa.com–Komitmen TNI dalam menjaga ketahanan pangan nasional terus diperkuat di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Jawa Timur. Salah satu langkah strategis dilakukan oleh Kapok Sahli Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arinto, S.I.P., M.M., yang secara aktif menggandeng elemen mahasiswa untuk mendukung program ketahanan pangan di Jawa Timur.

Dalam acara halal bihalal bersama mahasiswa Cipayung Plus yang digelar pada Senin malam (28/04/2025) di Hotel Suites, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Brigjen TNI Singgih menyampaikan ajakan terbuka kepada seluruh mahasiswa di Jatim untuk ikut ambil bagian dalam memperkuat sektor pangan yang menjadi andalan nasional.

“Saat ini Provinsi Jatim menjadi lumbung ketahanan pangan nasional. Untuk itu, harus bisa kita pertahankan dan kita optimalkan,” tegas Brigjen TNI Singgih dalam sambutannya.

Peran Strategis Mahasiswa dalam Ketahanan Pangan

Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus, sebagai representasi kelompok pemuda dan intelektual kampus, dinilai memiliki potensi besar dalam menyukseskan program ketahanan pangan. Brigjen TNI Singgih menekankan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi agen perubahan di bidang sosial dan politik, tetapi juga harus terlibat aktif dalam isu strategis nasional seperti pangan.

Menurutnya, kerja sama antara TNI dan kalangan akademisi sangat penting dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya kemandirian pangan. Mahasiswa diharapkan mampu mendorong inovasi pertanian, menyebarkan kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan lokal, serta ikut terjun dalam kegiatan pertanian produktif di berbagai wilayah.

Jawa Timur, Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Sebagai salah satu provinsi penghasil komoditas pangan terbesar di Indonesia, Jawa Timur memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan pasokan nasional. Data Badan Pangan Nasional menunjukkan bahwa Jatim secara konsisten menjadi penyumbang utama produksi padi, jagung, dan hortikultura.

Baca Juga : Cipkon Kamtibmas, Polsek Sukadana Polres Ciamis Koorkom Bareng Perangkat Desa Salakaria

Brigjen TNI Singgih menilai, keberhasilan mempertahankan ketahanan pangan di Jawa Timur tidak bisa hanya dibebankan kepada petani atau pemerintah daerah saja. Dibutuhkan kolaborasi menyeluruh antara TNI, akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, hingga masyarakat desa sebagai garda terdepan penghasil pangan.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Acara halal bihalal tersebut tidak hanya menjadi momentum silaturahmi antara TNI dan mahasiswa, tetapi juga mempertegas arah kebijakan Kodam V/Brawijaya dalam mendorong sinergi lintas sektor. Brigjen TNI Singgih menegaskan bahwa kerja kolektif adalah kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas pangan dan menghadapi ancaman krisis global.

“TNI siap menjadi mitra strategis bagi semua pihak yang ingin mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan,” tambahnya.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan akan terbangun kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu sektor pertanian semata, melainkan pilar penting dalam menjaga kedaulatan negara, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *