Bandung, Lintasnusa.com – 20 Mei 2025 Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara soal polemik program pendidikan siswa di barak militer yang belakangan menuai pro dan kontra. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Gasibu, Bandung, Dedi menyebut ada pihak-pihak tertentu yang berharap program tersebut gagal.
Menurut Dedi, kelompok tersebut adalah mereka yang menjadikan politik sebagai tujuan utama dalam hidup, bukan kepentingan bangsa.
“Siapa yang berharap ini gagal? Para nyinyir dan para pembenci yang menjadikan politik sebagai tujuan hidupnya,” kata Dedi, seperti dikutip dari tayangan KompasTV.
Dedi menegaskan, sikap seperti itu menunjukkan ketidakmampuan membedakan antara kepentingan politik dan kepentingan kebangsaan. Ia menyindir keras pihak-pihak yang menilai kebijakan berdasarkan afiliasi politik, bukan berdasarkan manfaatnya bagi masyarakat.
Baca Juga : Siswa di Gowa Ditangkap Densus 88, Ibu: Dia Jarang Keluar Rumah
“Walaupun kebijakannya baik, karena beda kepentingan politiknya dia akan mengatakan buruk. Dan walaupun kebijakannya buruk karena sama kepentingan politiknya dia katakan baik,” tegas Dedi.
Program pendidikan siswa di barak militer merupakan salah satu terobosan kebijakan pendidikan di Jawa Barat yang bertujuan menanamkan disiplin, wawasan kebangsaan, dan karakter kebhinekaan kepada generasi muda. Meski menuai dukungan dari sejumlah kalangan, program ini juga dikritik oleh sebagian pihak yang menilai pendekatannya terlalu militeristik.
Dedi menutup pernyataannya dengan ajakan agar semua pihak berpikir jernih dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan politik pribadi atau kelompok.







