Polisi Periksa 15 Saksi Kasus Korupsi Batu Bara, ASABRI, dan Krakatau Steel

Jakarta, Lintasnusa.com – Kepolisian masih terus mendalami dugaan kasus korupsi yang berkaitan dengan sektor batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel. Dalam perkembangan terbaru, penyidik telah memeriksa sebanyak 15 orang saksi setelah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!
Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat proses penyidikan serta mengungkap dugaan tindak pidana yang sedang ditangani oleh tim gabungan Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Mabes Polri bersama Polda Metro Jaya.

Sejumlah saksi yang diperiksa berasal dari berbagai lokasi, mulai dari sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pihak money changer, hingga petugas keamanan di wilayah Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

15 Saksi Diperiksa Usai Penggeledahan Sejumlah Lokasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan perkembangan terbaru mengenai proses penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Budi didampingi oleh Direktur Penindakan Kortastipidkor Mabes Polri Brigjen Robertus Yohanes De Deo dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon.

Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk mendapatkan informasi dan keterangan yang berkaitan dengan perkara.

Baca Juga : DKI Jakarta Resmikan Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Pembangunan RS Hewan 24 Jam

Untuk saksi kafe de’Clan itu ada dua orang. Yang empat orang money changer dengan inisial DH, HH, ER dan RP. Satu saksi lagi di rumah yang di Gandaria, atas nama DR,” kata Budi Hermanto.

Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi yang diperoleh dari para saksi tersebut.

Saksi dari Kafe de’Clan Cipete Turut Diperiksa

Salah satu lokasi yang menjadi bagian dari proses penyidikan adalah kafe de’Clan yang berada di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Menurut kepolisian, terdapat dua orang saksi yang telah dimintai keterangan terkait lokasi tersebut.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat informasi penting yang dapat membantu penyidik dalam mengungkap rangkaian dugaan perkara korupsi.

Namun, polisi belum menjelaskan secara detail mengenai hubungan para saksi tersebut dengan perkara yang sedang berjalan.

Penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Empat Pegawai Money Changer Diperiksa Polisi

Selain saksi dari kafe, polisi juga memeriksa empat orang yang bekerja di bidang jasa penukaran mata uang atau money changer.

Keempat saksi tersebut memiliki inisial DH, HH, ER, dan RP.

Pemeriksaan terhadap pihak money changer dilakukan karena penyidik tengah mendalami dugaan aliran dana yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Dalam perkara dugaan korupsi, penelusuran transaksi keuangan menjadi salah satu bagian penting untuk mengetahui pola pergerakan dana.

Meski demikian, polisi masih belum menyampaikan hasil lengkap dari pemeriksaan para saksi tersebut.

Sekuriti Kawasan Sentul Juga Dimintai Keterangan

Selain pemeriksaan saksi di wilayah Jakarta Selatan, penyidik juga meminta keterangan dari pihak keamanan di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Informasi dari petugas keamanan dinilai dapat membantu penyidik mengetahui aktivitas tertentu yang berkaitan dengan lokasi penggeledahan.

Dalam proses penyidikan, keterangan dari berbagai pihak diperlukan untuk membangun rangkaian fakta hukum.

Polisi memastikan setiap informasi yang diperoleh akan dianalisis sebelum menentukan tindakan berikutnya.

Polri Dalami Dugaan Korupsi Batu Bara, ASABRI, dan Krakatau Steel

Kasus dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi perhatian karena berkaitan dengan sektor strategis nasional.

Batu bara merupakan salah satu komoditas penting Indonesia, sementara ASABRI berkaitan dengan pengelolaan dana asuransi sosial bagi prajurit TNI, anggota Polri, dan aparatur negara tertentu.

Sementara Krakatau Steel merupakan perusahaan industri baja nasional yang memiliki peran penting dalam sektor manufaktur dan pembangunan.

Karena menyangkut sektor besar, proses penyidikan dilakukan secara mendalam agar seluruh fakta dapat terungkap secara jelas.

Penyidik Kumpulkan Bukti Sebelum Tetapkan Tersangka

Dalam menangani perkara korupsi, penyidik membutuhkan berbagai alat bukti sebelum menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Pemeriksaan saksi menjadi salah satu tahapan penting untuk memperkuat konstruksi perkara.

Selain keterangan saksi, penyidik juga dapat melakukan analisis terhadap dokumen, transaksi keuangan, maupun barang bukti lain yang ditemukan saat proses penggeledahan.

Polri menegaskan seluruh proses dilakukan berdasarkan aturan hukum yang berlaku.

Polisi Akan Sampaikan Perkembangan Kasus

Polda Metro Jaya memastikan akan menyampaikan perkembangan kasus tersebut kepada masyarakat sesuai dengan tahapan penyidikan.

Sebelumnya, polisi juga menyebut akan mengumumkan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka setelah proses pendalaman selesai dilakukan.

Namun, identitas tersangka belum disampaikan karena penyidik masih memastikan seluruh bukti dan prosedur hukum terpenuhi.

Kepolisian mengimbau masyarakat menunggu informasi resmi dan tidak membuat kesimpulan sebelum proses hukum selesai.

Publik Menanti Pengungkapan Kasus

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan sektor strategis selalu mendapat perhatian publik karena berkaitan dengan potensi kerugian negara.

Masyarakat berharap proses penyidikan berjalan transparan dan mampu mengungkap seluruh pihak yang terlibat.

Penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi diharapkan dapat memberikan efek pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Kesimpulan

Polisi telah memeriksa 15 saksi terkait dugaan kasus korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel setelah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi.

Saksi yang diperiksa berasal dari berbagai tempat, termasuk kafe de’Clan Cipete, pihak money changer, rumah di kawasan Gandaria, hingga sekuriti di Sentul Bogor.

Penyidik masih terus mendalami perkara tersebut dan mengumpulkan bukti sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Polri memastikan perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi kepada publik setelah proses penyidikan mencapai tahap yang diperlukan.