Jakarta, Lintasnusa.com – 21 Juli 2026Â Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, sebagai bagian dari evaluasi kinerja pemerintahan menjelang memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya. Dalam arahannya di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara, Presiden menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap program pemerintah sekaligus memastikan seluruh jajaran tetap fokus menyelesaikan berbagai persoalan strategis nasional.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sidang kabinet yang berlangsung menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu juga menjadi momentum persiapan penyusunan laporan capaian pemerintahan yang secara tradisi disampaikan Presiden kepada masyarakat menjelang pidato kenegaraan 17 Agustus.
Presiden menyampaikan bahwa hampir dua tahun pemerintahan berjalan dengan ritme kerja yang sangat padat. Menurutnya, dinamika pemerintahan yang berlangsung cepat membuat banyak capaian belum sepenuhnya disadari oleh seluruh jajaran kabinet maupun masyarakat.
Sidang Kabinet Jadi Momentum Evaluasi Tengah Tahun
Dalam pembukaan sidang, Presiden Prabowo mengatakan rapat kabinet paripurna digelar sebagai forum evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah selama hampir dua tahun terakhir.
Menurut Presiden, evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas kebijakan yang telah dijalankan sekaligus mempersiapkan langkah strategis menghadapi berbagai tantangan nasional pada semester berikutnya.
Baca Juga :Â 1.095 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini
“Hari ini saya sengaja melaksanakan sidang kabinet paripurna pertengahan tahun 2026 menjelang 17 Agustus 2026, di mana sudah secara tradisi Presiden RI menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama satu tahun kerja.”
Presiden juga mengingatkan bahwa pemerintah kini telah memasuki tahap kedua pelaksanaan mandat yang diberikan rakyat melalui pemilihan umum.
Ritme Pemerintahan Sangat Padat
Prabowo menilai seluruh anggota Kabinet Merah Putih telah bekerja keras sejak awal masa pemerintahan.
Padatnya agenda pemerintahan, menurutnya, membuat para menteri sering kali lebih fokus menyelesaikan pekerjaan dibanding menghitung berbagai keberhasilan yang telah dicapai.
“Menjelang dua tahun kita sudah sangat bekerja dengan sangat keras dan sangat padat.”
Ia mengatakan budaya kerja tersebut harus tetap dipertahankan agar berbagai program prioritas pemerintah dapat diselesaikan sesuai target.
Evaluasi Bukan Mencari Kesalahan
Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa sidang kabinet bukan bertujuan mencari pihak yang bertanggung jawab atas berbagai persoalan ataupun membandingkan capaian dengan pemerintahan sebelumnya.
Menurutnya, setiap pemerintahan memiliki tantangan, karakter, dan konteks yang berbeda.
Karena itu evaluasi dilakukan untuk memperbaiki pelaksanaan kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan, kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan, tiap masa ada pemerintahannya, tiap pemerintah ada masanya.”
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah lebih mengutamakan penyelesaian masalah dibanding memperdebatkan masa lalu.
Pemerintah Klaim Selesaikan Lebih dari 108 Persoalan
Salah satu poin utama yang disampaikan Presiden adalah capaian pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan nasional.
Menurut Prabowo, berdasarkan evaluasi internal pemerintah, lebih dari 108 hingga 110 persoalan telah berhasil diselesaikan selama sekitar 18 bulan pemerintahan berjalan.
Ia menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh kementerian dan lembaga.
“Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita.”
Meski demikian, Presiden meminta seluruh jajaran tetap bersikap rendah hati dan tidak cepat berpuas diri.
Minta Kabinet Tidak Besar Kepala
Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan pemerintah harus disikapi secara proporsional.
Menurutnya, prestasi memang patut diapresiasi, namun tidak boleh menimbulkan sikap sombong ataupun merasa paling berhasil.
Ia menekankan pentingnya menjaga karakter bangsa yang mengedepankan kerendahan hati.
Pada saat yang sama, Presiden juga mengajak seluruh jajaran untuk tetap menghargai hasil kerja sendiri sebagai bentuk kepercayaan terhadap kemampuan bangsa Indonesia.
Tantangan Nasional Masih Besar
Meski menyampaikan sejumlah capaian, Presiden mengakui pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius.
Ia menyebut kondisi global yang penuh ketidakpastian turut memengaruhi pelaksanaan berbagai program nasional.
Selain tantangan eksternal, pemerintah juga masih menghadapi persoalan domestik yang harus diselesaikan secara bertahap.
Prabowo mengatakan pemerintah menyadari sepenuhnya berbagai persoalan tersebut dan akan terus bekerja mencari solusi terbaik.
Soroti Kesejahteraan Guru
Dalam arahannya, Presiden secara terbuka menyinggung masih rendahnya kesejahteraan guru.
Ia mengatakan pemerintah memahami bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dibarengi dengan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
Persoalan tersebut disebut menjadi salah satu agenda yang terus menjadi perhatian pemerintah.
Lapangan Kerja Masih Menjadi Tantangan
Presiden juga mengakui bahwa penyediaan lapangan kerja masih menjadi pekerjaan besar pemerintah.
Pertumbuhan kesempatan kerja dinilai harus terus ditingkatkan agar mampu menyerap tenaga kerja baru serta mengurangi angka pengangguran.
Menurutnya, seluruh kementerian terkait perlu memperkuat koordinasi dalam mendukung penciptaan investasi, pengembangan industri, dan pemberdayaan sektor usaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan.
Kemiskinan Ekstrem Masih Menjadi Prioritas
Selain lapangan kerja, Presiden juga menyoroti masih adanya kemiskinan ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Ia menegaskan pemerintah memahami kondisi tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan program pembangunan.
Berbagai kebijakan sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
Presiden Minta Kabinet Tidak Takut Menghadapi Masalah
Dalam salah satu arahan pentingnya, Presiden meminta seluruh anggota kabinet agar tidak takut menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Menurutnya, mandat yang diberikan rakyat justru mengharuskan pemerintah menyelesaikan berbagai tantangan yang ada.
“Kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah, jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan.”
Pesan tersebut menjadi penekanan agar seluruh kementerian tetap bekerja secara optimal meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
Fokus pada Solusi
Presiden menegaskan bahwa pemerintah harus lebih fokus menghasilkan solusi nyata dibanding sekadar mengidentifikasi persoalan.
Setiap kementerian diminta memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Evaluasi berkala juga akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh target pembangunan nasional dapat dicapai sesuai rencana.
Kesimpulan
Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto menjadi forum evaluasi strategis menjelang dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih. Dalam arahannya, Presiden menyoroti capaian penyelesaian lebih dari 108 persoalan nasional sekaligus mengakui masih adanya tantangan di bidang kesejahteraan guru, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Presiden juga menekankan bahwa evaluasi dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memperkuat kinerja pemerintahan serta memastikan seluruh jajaran tetap fokus menjalankan mandat rakyat dengan semangat kerja, kolaborasi, dan penyelesaian masalah secara berkelanjutan.







