Belasan Siswa SMP di Tuban Diduga Keracunan MBG, Standar Higienitas Dipertanyakan

Berita65 Dilihat

Jakarta, Lintasnusa.com – Belasan pelajar SMP Negeri 1 Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, harus mendapatkan perawatan medis usai diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (27/1/2026).

Para siswa tersebut mengalami sejumlah gejala, mulai dari mual hingga gatal-gatal, tak lama setelah menyantap menu utama ikan pindang goreng yang disajikan oleh dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Montong Sekar, Kecamatan Montong.

Menu MBG yang diterima siswa saat itu terdiri dari nasi putih, sayur asem, ikan pindang goreng, tempe, serta buah jeruk. Namun, beberapa saat setelah makan, sejumlah siswa mengeluhkan kondisi kesehatan yang tidak normal hingga akhirnya dilarikan ke puskesmas setempat.

Dugaan sementara, keracunan disebabkan oleh kesalahan prosedur pengolahan makanan serta kurangnya standar higienitas, khususnya pada pengolahan ikan pindang.

“Sampel makanan saat ini sedang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Tuban untuk memastikan penyebab keracunan,” ujar Kepala Puskesmas Montong, Tri Wahyuningrum.

Berdasarkan pendataan sementara pihak puskesmas, sebanyak 14 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan, terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan berada dalam kondisi terpantau.

Insiden keracunan makanan ini menambah daftar kejadian serupa di wilayah Kabupaten Tuban. Meski kasus keracunan MBG disebut bukan yang pertama kali terjadi, hingga saat ini Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.

Terselip Dugaan Ancaman dan Paksaan dalam Tragedi Keracunan Massal MBG di SMA Negeri 2 Kudus

Pelaksana Tugas Kepala Dinkes P2KB Tuban, Roikan, belum merespons permintaan konfirmasi hingga berita ini diturunkan.

Sementara itu, pihak kepolisian turut melakukan langkah penyelidikan untuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam proses pengolahan dan distribusi makanan MBG.

“Kami arahkan anggota untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara dan mendalami dugaan kelalaian prosedur,” tegas Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby.

Hingga kini, proses pemeriksaan sampel makanan masih berlangsung, dan hasil laboratorium diharapkan dapat memberikan kepastian terkait sumber keracunan serta menjadi dasar evaluasi pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *