Bencana Hidrometeorologi Masih Dominasi di Masa Pancaroba

Berita317 Dilihat

Jakarta – lintasnusa.com– Memasuki masa pancaroba atau peralihan musim hujan ke musim kemarau, sejumlah bencana hidrometeorologi dilaporkan masih mendominasi di beberapa wilayah Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Kamis (10/4), tercatat tiga kejadian banjir, satu peristiwa cuaca ekstrem, satu kekeringan, dan satu gempabumi dalam satu hari.

Banjir dilaporkan terjadi di tiga wilayah, yakni Kota Tebing Tinggi (Sumatera Utara), Kabupaten Luwu (Sulawesi Selatan), dan Kabupaten Bogor (Jawa Barat).

  • Di Kota Tebing Tinggi, banjir disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Bahilang meluap. Dampaknya, lima kelurahan di dua kecamatan terendam dengan ketinggian air antara 10 hingga 70 sentimeter. Sebanyak 728 jiwa atau 187 KK terdampak. Satu fasilitas kesehatan dan satu fasilitas umum juga dilaporkan terdampak.

  • Di Kabupaten Luwu, banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Noling. Tiga desa dan dua kelurahan di Kecamatan Ponrang tergenang dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Sebanyak 600 KK terdampak, sementara dua KK atau tujuh jiwa mengungsi. BPBD Luwu telah mendirikan pos pengungsian dan melakukan evakuasi terhadap warga serta siswa sekolah karena lima fasilitas pendidikan turut terdampak.

  • Di Kabupaten Bogor, banjir terjadi di Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup pada Kamis sore (10/4). Tercatat 87 KK atau 327 jiwa terdampak. BPBD setempat telah melakukan upaya penanganan cepat, termasuk pendataan dan koordinasi lintas sektor. Genangan air dilaporkan telah surut.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Akibat kejadian yang berlangsung sekitar pukul 13.45 hingga 14.50 WIB tersebut, sebanyak 40 KK terdampak, dengan tiga KK di antaranya mengungsi. Sebanyak 37 unit rumah rusak ringan, satu rusak sedang, dan dua rusak berat. Kantor pemerintahan juga turut mengalami kerusakan. BPBD telah melakukan kaji cepat dan pembersihan puing serta pohon tumbang.

Sementara itu, kekeringan dilaporkan melanda Desa Legonwetan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sebanyak 299 jiwa atau 80 KK terdampak. BPBD Subang telah menyalurkan 5.000 liter air bersih dan terus melakukan pemantauan serta koordinasi penanganan jangka pendek.

Baca Juga : Perkuat Kolaborasi Penanggulangan Bencana, BNPB dan AFAD Turkiye Tandatangani Nota Kesepahaman

Terakhir, gempabumi berkekuatan M4.1 mengguncang Kota Bogor pada Kamis malam (11/4) pukul 22.16 WIB. Gempa berpusat di darat dengan kedalaman 5 km dan koordinat 6.62 LS dan 106.80 BT. Sebanyak 14 unit rumah mengalami kerusakan ringan. Gempa dirasakan selama dua hingga tiga detik dan menyebabkan kepanikan warga, meski tidak menimbulkan korban jiwa. Kondisi saat ini telah kondusif dan BPBD Kota Bogor masih melakukan pemantauan lanjutan.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama masa pancaroba. Pemerintah daerah melalui BPBD diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat dan kesiapan sistem peringatan dini. Apabila terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat segera menghubungi call center darurat setempat atau pusat komando kebencanaan terdekat.

#InfoBencanaBNPB
#SiapUntukSelamat
#WaspadaPancaroba
#IndonesiaTangguh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar