Jakarta, Lintasnusa.com – Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal. Salah satu tantangan yang kini tengah dihadapi adalah keterbatasan jumlah ahli gizi yang akan ditempatkan di Sentra Pemenuhan Pangan dan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa tenaga ahli gizi memiliki peran strategis dalam memanfaatkan potensi pangan lokal untuk disusun menjadi menu MBG yang memenuhi standar gizi. “Tadinya ahli gizi agak sulit mencari pekerjaan, namun kini menjadi salah satu profesi yang langka. Komisi IX DPR RI juga memberikan masukan agar BGN segera menyiapkan langkah antisipatif untuk mengatasi kelangkaan tersebut,” ujar Dadan.
Baca Juga : Basarnas Banjarmasin Selamatkan Seluruh ABK KM BlueRay yang Terbakar di Perairan Kotabaru
Sebagai tindak lanjut, BGN sedang merumuskan sejumlah strategi, antara lain:
-
kerja sama dengan institusi pendidikan gizi;
-
perluasan jalur rekrutmen tenaga gizi muda;
-
peningkatan sertifikasi dan pelatihan kompetensi;
-
optimalisasi tenaga kesehatan yang berpotensi mendukung layanan gizi MBG.
BGN berkomitmen untuk memastikan ketersediaan tenaga ahli gizi yang memadai demi menjaga kualitas layanan MBG dan mendukung keberhasilan program prioritas nasional dalam peningkatan status gizi masyarakat.













