Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Puting Beliung di Indonesia Awal April 2025

Berita612 Dilihat

lintasnusa.com–BNPB Catat Lonjakan Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

Memasuki awal April 2025, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa intensitas hujan tinggi, angin kencang, dan sistem drainase yang tersumbat menjadi pemicu utama banjir dan angin puting beliung.

Angin Puting Beliung Rusak Belasan Rumah di Sumedang

Di Provinsi Jawa Barat, angin puting beliung melanda Desa Malaka, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, pada Minggu (6/4). Tiga dusun terdampak yakni Malaka, Cibiuk, dan Cikekes. Berdasarkan laporan BPBD, 14 rumah rusak berat, 8 rumah rusak ringan, serta 2 fasilitas umum turut terdampak. Sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.

Petugas gabungan dari BPBD, TNI, POLRI, hingga PLN telah melakukan penanganan awal, termasuk pemasangan terpal dan distribusi bantuan darurat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana hingga 31 Mei 2025.

Banjir di Bandung Barat, Warga Mengungsi

Masih di Jawa Barat, banjir melanda Desa Sukasari dan Desa Tamanjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. Hujan deras sejak Minggu siang menyebabkan 15 KK terdampak, dengan 7 rumah rusak ringan hingga sedang. Satu rumah bahkan dalam kondisi terancam. Warga telah dievakuasi ke rumah kerabat terdekat.

Penanganan masih berlangsung di lapangan, termasuk pemantauan intensif dan penyaluran logistik darurat oleh BPBD setempat.

Tangerang Selatan Tergenang, Lebih dari Seribu KK Terdampak

Di Provinsi Banten, Kota Tangerang Selatan diterjang banjir akibat hujan deras disertai angin kencang. Luapan sungai dan buruknya saluran drainase menyebabkan genangan di kawasan Pondok Aren, Serpong Utara, Ciputat, dan Jelupang.

Baca Juga Artikel : Keluarga Korban Apresiasi Polres Ciamis: Pelaku Pencurian Domba Cepat Ditangkap, Domba Diserahkan Tanpa Biaya Sepeserpun

Sebanyak 1.211 KK terdampak, dengan ketinggian air mencapai 10–90 cm. Wilayah dengan dampak terbesar mencakup Jurang Mangu Barat (340 KK), Pondok Jagung Timur (190 KK), dan Jelupang (200 KK). BPBD telah menyalurkan bantuan serta melakukan evakuasi bagi warga terdampak.

Banjir Parah di Konawe Utara, Akses Jalan Provinsi Terputus

Dari wilayah timur Indonesia, banjir hebat kembali melanda Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Curah hujan tinggi sejak Maret menyebabkan Sungai Lalindu meluap, merendam 114 rumah, 72 hektare lahan pertanian, dan 30 hektare lahan perkebunan. Bahkan, satu ruas jalan lintas provinsi ikut terputus akibat banjir.

Wilayah terdampak meliputi lima kecamatan: Asera, Wiwirano, Landawe, Oheo, dan Motui. Total 407 jiwa terdampak dengan kerugian material cukup besar.

BNPB Imbau Waspada Cuaca Ekstrem hingga Mei 2025

Menghadapi tingginya risiko bencana, BNPB mengimbau masyarakat untuk terus waspada. Potensi cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor masih tinggi hingga Mei 2025. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan instansi terkait guna mencegah jatuhnya korban jiwa maupun kerugian lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *