Dedi Mulyadi Ubah Nama RSUD Al Ihsan Jadi RSUD Welas Asih, Wujudkan Kearifan Lokal dan Pelayanan Berkualitas

Berita, Jabar796 Dilihat

Baleendah, Kabupaten Bandung, Lintasnusa.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan di Baleendah menjadi RSUD Welas Asih, sebagai bagian dari upaya membangun citra baru pelayanan kesehatan berbasis budaya dan kearifan lokal. Perubahan nama ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam keterangannya kepada media, Senin (1/7/2025).

Menurut Dedi, nama Welas Asih yang dalam bahasa Sunda berarti “belas kasih”, dipilih sebagai bentuk kedekatan emosional masyarakat Sunda terhadap rumah sakit yang menjadi salah satu fasilitas rujukan utama di Bandung Raya. Ia menyebutkan bahwa nama Al Ihsan menyimpan memori panjang yang ingin diperbarui dengan semangat baru melalui brand yang lebih membumi dan akrab di telinga masyarakat.

“Al Ihsan itu ada memori panjang. Tidak usah disebut memori panjangnya. Maka kami coba bangun ulang dengan brand baru, yakni Welas Asih, yang maknanya penuh kasih sayang dan dekat dengan budaya Sunda,” ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa perubahan nama ini tidak menimbulkan beban biaya APBD, karena hanya bersifat administratif dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) baru.

“Nama kan enggak ada biaya, cuma ganti nama lewat SK. Tapi semangatnya besar, yaitu membangun wajah baru pelayanan kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, Pemprov Jabar juga menargetkan peningkatan mutu layanan RSUD Welas Asih agar setara dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI telah dilakukan untuk mendukung rencana pengembangan ini.

Baca Juga : Tabligh Akbar Peringatan 1 Muharram 1447 H, Momentum Tingkatkan Ukhuwah dan Spirit Hijrah

Menanggapi kebijakan tersebut, Zidney Fahmidyan, Ahli Hukum Pertama RSUD Al Ihsan, menyatakan bahwa proses perubahan nama masih berjalan dan baru mencapai 30 persen. Namun secara substansi, perubahan ini selaras dengan semangat pelestarian budaya dan nilai spiritual.

“Pak Gubernur ingin nama Welas Asih ini mencerminkan kasih sayang sebagaimana makna dari Asmaul Husna, Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Di sisi lain, ini juga wujud kearifan lokal budaya Sunda yang diangkat dalam pelayanan publik,” jelas Zidney.

Sebagai informasi, RSUD Al Ihsan mulai dibangun pada 11 Maret 1993 oleh Yayasan Al Ihsan dan resmi beroperasi sejak 12 November 1995. Pada tahun 2004, kepemilikan rumah sakit beralih ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan sejak 2009 berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Sementara itu, perubahan nama hanya berlaku untuk RSUD Al Ihsan karena rumah sakit umum lainnya di Jabar umumnya telah menggunakan nama sesuai daerah masing-masing, seperti RSUD Pelabuhan Ratu atau RSUD Garut Selatan.

Dengan perubahan ini, Dedi Mulyadi berharap RSUD Welas Asih dapat tampil sebagai rumah sakit unggulan yang tidak hanya unggul dalam pelayanan medis, tetapi juga menyentuh hati masyarakat melalui nilai-nilai budaya yang mengakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *