Haedar Nashir Tegaskan Pentingnya Peradaban Islam Berkemajuan pada Milad UMJ ke-70

Berita114 Dilihat

Jakarta, LIntasnusa.com — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan pentingnya membangun peradaban Islam berkemajuan sebagai fondasi utama pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah. Penegasan tersebut disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada peringatan Milad ke-70 UMJ, yang mengusung tema “Menggerakkan Peradaban, Mencerahkan Bangsa, Sinergi, Kolaborasi, Kontribusi”.

Kegiatan berlangsung di Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, pada Senin (15/12/2025), dan dihadiri jajaran pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah, sivitas akademika, serta para tamu undangan.

Dalam pidatonya, Haedar menekankan bahwa kekuatan utama UMJ terletak pada peneguhan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang harus terinternalisasi secara nyata dalam seluruh aspek Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, nilai tersebut tidak boleh berhenti sebatas simbol, melainkan harus hidup dan membentuk karakter sivitas akademika.

“Paham agama dan ideologi Muhammadiyah harus menjadi pondasi utama, sehingga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan benar-benar menjadi nilai yang hidup dan membawa sibghah bagi seluruh aktivitas akademika,” tegas Haedar.

Baca Juga : KPK Jadwalkan Pemanggilan Eks Menag Yaqut Pekan Ini

Lebih lanjut, Haedar menjelaskan bahwa peradaban besar selalu bermula dari institusi yang kokoh dan berkarakter. Oleh karena itu, upaya menggerakkan peradaban dan mencerahkan bangsa harus dimulai dari peradaban mikro, yaitu perguruan tinggi Muhammadiyah itu sendiri sebagai pusat keilmuan, nilai, dan transformasi sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga menegaskan bahwa peringatan Milad UMJ bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum muhasabah dan mujahadah untuk terus meningkatkan kualitas dan kontribusi. Hal ini menjadi semakin penting mengingat UMJ merupakan universitas tertua di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.

“Milad ini adalah momentum penting dan bersejarah. Sebagai universitas tertua se-PTMA, UMJ harus menjadi uswah dan kudwah atau teladan dalam menjalankan Catur Dharma perguruan tinggi yang berlandaskan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Haedar berharap, memasuki usia ke-70, UMJ semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi, sekaligus memperluas kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta melalui pengembangan peradaban Islam berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *