Kisah Lanti, Akhir Perjalanan Jadi Pekerja Migran di China Berlanjut di Ruang Perawatan

Berita54 Dilihat

Jakarta, Lintasnusa.com – Perjalanan panjang Lanti (46) sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di China akhirnya berakhir di ruang perawatan. Perempuan asal Kelurahan Citamiang, Kota Sukabumi, itu kini menjalani perawatan intensif di RSUD Syamsudin SH setelah dipulangkan dari Shanghai, China, dalam kondisi tubuh yang lemas dan pucat.

Kondisi Lanti sempat menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial, saat ia meminta pertolongan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam pesan tersebut, Lanti mengeluhkan kondisi kesehatannya yang memburuk saat masih bekerja di China, serta kesulitan yang dihadapi untuk bisa kembali ke Tanah Air.

Pihak keluarga sebelumnya juga mengungkapkan adanya kendala biaya dan birokrasi dalam proses pemulangan Lanti, hingga akhirnya bantuan dari berbagai pihak memungkinkan kepulangannya ke Indonesia.

Dugaan Tumor Rahim, Masih Tunggu Hasil Lengkap

Humas RSUD Syamsudin SH, dr. Irfan, mengatakan bahwa hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya benjolan atau tumor di rahim, sesuai dengan pemeriksaan awal yang dilakukan dokter di China.

Baca Juga : Kapolres Sleman Dinonaktifkan Sementara untuk Menjamin Objektivitas Pemeriksaan

“Pemeriksaan saat ini mengarah ke benjolan atau tumor rahim, selaras dengan pemeriksaan dari dokter di China. Sejauh ini belum mengarah ke kanker serviks. Kami sedang melakukan stabilisasi keadaan umum terlebih dahulu,” ujar dr. Irfan kepada wartawan, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, pihak rumah sakit masih menunggu hasil laboratorium lengkap untuk memastikan diagnosis secara menyeluruh. Kekhawatiran keluarga terkait kemungkinan kanker serviks pun belum dapat dipastikan saat ini.

“Kami masih terkendala dalam menerjemahkan dokumen resume medis pasien yang seluruhnya berbahasa China,” ungkapnya.

Disambut Haru Keluarga dan Warga

Kepulangan Lanti disambut haru oleh keluarga dan warga di lingkungan tempat tinggalnya. Ketua RT 03/07 Kelurahan Citamiang, Yana Suryana, berharap ada perhatian berkelanjutan dari pemerintah dan pihak terkait agar Lanti tidak perlu kembali bekerja ke luar negeri.

“Mudah-mudahan ada bantuan ke depannya supaya tidak berangkat lagi. Kasihan, posisinya sekarang kurang fit, sementara beliau harus mencukupi kebutuhan anaknya yang masih sekolah,” kata Yana.

Harapan Keluarga: Bisa Bertahan dan Produktif di Kampung Halaman

Senada dengan itu, Emis (60), kakak ipar Lanti, mengaku bersyukur atas kepulangan Lanti meski harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan.

“Perasaannya ya bahagia, alhamdulillah. Harapannya bisa produktif di sini, di rumah saja,” ujarnya.

Kisah Lanti menjadi potret nyata kerentanan pekerja migran, khususnya perempuan, yang harus berjuang di negeri orang demi menghidupi keluarga. Kini, keluarga berharap masa pemulihan Lanti menjadi awal baru agar ia dapat menjalani kehidupan yang lebih aman dan layak di kampung halamannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *