Fakfak, 7 April 2025 – lintasnusa.com–Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan instansi pemerintah terhadap kebakaran rumah, Kodim 1803/Fakfak menggelar rapat koordinasi awal simulasi penanggulangan non bencana alam (non bencal). Kegiatan ini dilaksanakan di Makodim 1803/Fakfak, Jalan Moh Yamin, Distrik Fakfak, Kabupaten Fakfak, pada Senin (7/4/2025).
Sinergi Antarinstansi untuk Antisipasi Kebakaran
Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai unsur, termasuk Staf Intel, Staf Teritorial, Staf Operasi, Poskes TNI, Polres Fakfak, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Pegawai Distrik Fakfak, serta Kelurahan Fakfak Utara. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran sebagai bencana non alam.
Tujuan: Edukasi dan Koordinasi Penanggulangan Dini
Komandan Kodim 1803/Fakfak melalui jajarannya menyampaikan bahwa rapat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai penyebab kebakaran dan upaya pencegahannya, baik secara teknis maupun taktis. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar dalam situasi darurat, setiap instansi memahami peran dan tanggung jawab masing-masing.

“Dalam bencana, tidak ada yang bisa diduga. Karena itu, upaya evakuasi harus terencana dan terkoordinasi, dengan tujuan utama menyelamatkan jiwa manusia,” ungkap perwakilan Kodim dalam sambutannya.
Masyarakat Dilibatkan dalam Edukasi Mitigasi
Selain memperkuat sinergi antarinstansi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal edukasi kepada masyarakat, terutama yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan perumahan, agar lebih waspada terhadap bahaya kebakaran.
Baca Juga Artikel : Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Puting Beliung di Indonesia Awal April 2025
Rencana simulasi ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan teknis dan praktik evakuasi di lapangan, sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko kebakaran di wilayah Fakfak.
Kodim 1803/Fakfak Komitmen Dukung Ketahanan Masyarakat
Kegiatan ini mencerminkan komitmen TNI AD melalui Kodim 1803/Fakfak dalam mendukung ketahanan masyarakat dari sisi penanggulangan bencana, khususnya non bencana alam seperti kebakaran. Dengan pelibatan aktif berbagai pihak, simulasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tanggap, cepat, dan tepat dalam menghadapi situasi darurat.












