Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Kembali Berjualan di Los Pasca Kebakaran

Berita90 Dilihat

Jakarta Timur, Lintasnusa.com – Sejumlah pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai kembali berjualan meski los tempat usaha mereka hangus terbakar. Aktivitas perdagangan kembali terlihat sehari setelah peristiwa kebakaran yang menghanguskan sejumlah los, pada Selasa (16/12/2025).

Pantauan di lokasi menunjukkan para pedagang, yang mayoritas merupakan penjual buah pepaya, mulai menata kembali dagangan mereka di area los yang masih menyisakan puing dan bekas kebakaran. Pepaya dikeluarkan dari keranjang serta peti kayu, kemudian disusun di lantai maupun peti seadanya. Sebagian buah tampak dibungkus kertas koran untuk melindungi kulit buah agar tetap layak jual.

Meski kondisi pasar belum sepenuhnya pulih, aktivitas jual beli sudah kembali berlangsung. Pedagang terlihat menimbang buah, merapikan lapak, serta melayani pembeli yang datang.

Salah seorang pedagang berinisial W (27) mengungkapkan bahwa dagangan yang dijual saat ini merupakan pasokan baru. Menurutnya, seluruh stok pepaya sebelumnya tidak dapat diselamatkan akibat kebakaran.

“Ini barang baru yang baru datang. Kalau yang kemarin sudah tidak bisa dijual,” ujar W saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, kebakaran terjadi ketika pasokan pepaya dari Jawa Barat baru saja tiba. Dalam sehari, ia mengaku menerima pasokan dalam jumlah besar.

Baca Juga : Jelang Pramono Datang, Area Terbakar Pasar Induk Kramat Jati Dirapikan

“Kemarin itu barang baru banget turun, ada sekitar lima ton. Setiap penjual kan beda-beda jumlahnya, kalau yang di saya segitu dan habis semua,” jelasnya.

W menambahkan, dirinya tidak sempat menyelamatkan dagangan karena api dengan cepat membesar dan melalap los tempatnya berjualan.

“Semua saya tinggalin, apinya cepat banget. Bisa bawa diri saja sudah alhamdulillah. Semua kebakar,” ungkapnya.

Meski dilanda kerugian akibat kebakaran, para pedagang memilih untuk kembali berjualan demi mempertahankan mata pencaharian. Mereka berharap adanya perhatian dan penanganan cepat dari pihak pengelola pasar maupun pemerintah agar aktivitas perdagangan dapat kembali normal dan aman.

RED : AN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *