Selasa, 08 April 2025, Majalengka — lintasnusa.com–Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memangkas birokrasi berbelit dalam sektor pertanian serta menutup celah-celah korupsi yang selama ini menghambat efektivitas anggaran dan distribusi bantuan bagi petani.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden saat menghadiri acara Panen Raya Nasional yang digelar serentak di 14 provinsi sentra produksi padi, dan dipusatkan di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Senin, 7 April 2025.
Efisiensi Jalur Distribusi
Dalam acara tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa pemangkasan jalur distribusi pupuk dan perizinan telah memberikan dampak nyata bagi petani.
“Sebelumnya perlu tanda tangan dari 12 menteri, 38 gubernur, dan 500 bupati/wali kota agar pupuk sampai ke petani. Sekarang, melalui Inpres yang ditandatangani Presiden, distribusi langsung dari Kementerian Pertanian ke pabrik, dan dari pabrik langsung ke Gapoktan. Ini adalah revolusi sektor pertanian,” jelas Mentan Amran.
Fokus pada Anggaran dan Antikorupsi
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa efisiensi anggaran akan terus menjadi prioritas pemerintah.
“Saya akan menghemat anggaran terus-menerus. Saya akan berusaha sekeras tenaga agar setiap anggaran, setiap uang rakyat, dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama rakyat yang paling membutuhkan,” ujar Presiden Prabowo.
Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap praktik korupsi yang masih terjadi di berbagai level pemerintahan, serta menegaskan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan program.
Baca Juga : Presiden Prabowo Undang 7 Jurnalis Senior untuk Wawancara Bebas dan Terbuka di Hambalang
“Tidak boleh ada lagi praktik menyalahgunakan uang rakyat. Ini zaman teknologi. Kalau ada korupsi, langsung rekam dan kirim videonya. Biar mereka jera,” tegasnya.
Ajak Pejabat Daerah Layani Rakyat dengan Hati
Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh kepala daerah dan jajaran pemerintahan untuk bekerja sepenuh hati dalam melayani masyarakat.
“Berjuanglah untuk rakyat. Tidak ada kebahagiaan lebih tinggi dari cinta rakyat kepada pemimpinnya,” pungkas Presiden Prabowo.
—
Sumber: BPMI Setpres













