Bogor, 8 April 2025 — lintasnusa.com—Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar sesi wawancara terbuka dengan tujuh jurnalis senior nasional di perpustakaan pribadinya di Hambalang, sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi dan dialog langsung dengan media. Wawancara berlangsung selama hampir empat jam, dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari.
Ketujuh jurnalis yang hadir antara lain:
-
Lalu Mara Satriawangsa, Pemimpin Redaksi tvOne
-
Uni Lubis, Pemimpin Redaksi IDN Times
-
Najwa Shihab, Founder Narasi
-
Alfito Deannova Gintings, Pemimpin Redaksi Detikcom
-
Retno Pinasti, Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar
-
Sutta Dharmasaputra, Pemimpin Redaksi Harian Kompas
-
Perwakilan dari TVRI bertindak sebagai moderator
Dalam suasana yang akrab namun tetap profesional, Presiden Prabowo memberikan jawaban atas beragam pertanyaan tanpa batasan topik dan tanpa permintaan kisi-kisi sebelumnya, mencakup isu-isu strategis seperti geoekonomi global, penciptaan lapangan kerja, keterlibatan sektor swasta, hingga RUU TNI dan Polri.
“Presiden tidak tahu apa yang akan ditanyakan, dan tidak ada pembatasan tema. Ini mencerminkan komitmen keterbukaan dan kesiapan Presiden untuk dikritik dan diuji jawabannya secara langsung,” ujar Uni Lubis.
Sementara itu, Najwa Shihab menilai kesempatan tersebut sebagai momen penting untuk media:
“Kesempatan untuk bertanya langsung kepada Presiden tanpa intervensi adalah hal langka dan sangat berharga. Bahkan ketika moderator mencoba membatasi, Presiden justru membuka ruang lebih luas untuk eksplorasi pertanyaan,” katanya.
Sutta Dharmasaputra menambahkan, sesi diawali dengan pemaparan capaian pemerintahan Prabowo-Gibran, sebelum para jurnalis diberikan kebebasan untuk mengajukan pertanyaan. Menurutnya, sejumlah isu krusial seperti hubungan geopolitik, kinerja ekonomi, hingga visi Presiden ke depan menjadi fokus pembahasan.
Baca Juga : Semangat Baru Usai Lebaran, Kodam I/BB Gelar Apel dan Halal Bihalal
Dalam pertemuan tersebut, juga dibahas bahwa pemerintah berkomitmen membuka lebih banyak ruang serupa bagi media dari berbagai latar belakang. Wakil Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Angga Raka Prabowo yang turut hadir menyatakan bahwa ke depan, lebih banyak jurnalis dari berbagai segmen akan dilibatkan dalam sesi seperti ini.
“Media dengan fokus seni, olahraga, lingkungan, maupun digital tentu akan mendapat ruangnya sendiri untuk mengangkat isu yang sesuai dengan audiens mereka,” tambah Najwa.
Wawancara ini menjadi salah satu langkah awal menuju pola komunikasi pemerintahan yang lebih terbuka, responsif, dan partisipatif.












