Sadis! Perampokan Siang Bolong di Boyolali, Bocah 6 Tahun Tewas Bersimbah Darah

Berita, Keriminal67 Dilihat

Jakarta, Lintasnusa.com – Peristiwa perampokan sadis menggegerkan warga Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Kamis (29/1/2026). Seorang bocah berinisial AO (6) ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan, sementara ibunya berinisial D (33) mengalami luka parah dan kini dalam kondisi kritis.

Korban AO ditemukan tak bernyawa di kamar mandi rumahnya dengan kondisi bersimbah darah akibat luka bacokan senjata tajam yang diduga digunakan oleh pelaku. Sementara sang ibu mengalami luka serius dan segera dilarikan ke RSUD Simo, Boyolali, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Perampokan tersebut terjadi di rumah Purwanto (38) yang berlokasi di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Boyolali. Aksi kejahatan itu berlangsung siang bolong sekitar pukul 15.30 WIB, saat kondisi lingkungan permukiman relatif ramai.

Diketahui dari Ketua RT

Kepala Desa Pengkol, Suripno, mengaku pertama kali menerima informasi terkait peristiwa tersebut dari ketua RT setempat. Setelah memastikan kabar itu, ia langsung menuju lokasi kejadian.

Baca Juga : Kisah Lanti, Akhir Perjalanan Jadi Pekerja Migran di China Berlanjut di Ruang Perawatan

“Saya dapat kabar ada perampokan di Pengkol. Saya telepon Pak RT dan katanya benar. Saya langsung ke lokasi, saat itu anggota Polsek Klego dan Polsek Karanggede sudah datang,” ujar Suripno.

Menurutnya, saat warga dan aparat tiba di lokasi, kondisi bocah AO sudah meninggal dunia. Sementara ibunya dievakuasi dalam keadaan kritis menuju rumah sakit.

Suami Korban Bekerja di Kalimantan

Suripno menambahkan, saat kejadian D tinggal di rumah bersama kedua anaknya. Suaminya, Purwanto, diketahui bekerja di Singkawang, Kalimantan Barat. Anak pertama korban saat itu masih berada di sekolah.

“Keluarganya dikenal baik, tidak pernah bermasalah dengan warga sekitar,” ungkapnya.

Polisi Lakukan Olah TKP

Sementara itu, Kapolsek Karanggede, AKP S Widodo, mengatakan pihak kepolisian langsung melakukan pengamanan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi serta menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami sudah melakukan olah TKP. Korban anak meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan ibu kandung korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” kata AKP Widodo.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku perampokan sadis tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *