NAYPYIDAW, MYANMAR – LINTASNUSA.COM–Selama satu pekan penugasan di Myanmar, tepatnya sejak Kamis (3/4) hingga Kamis (10/4), Emergency Medical Team (EMT) Indonesia berhasil memberikan pelayanan medis kepada sedikitnya 1.112 warga Myanmar yang terdampak gempa bumi.
EMT merupakan bagian dari Tim Kemanusiaan Indonesia yang dikerahkan dalam misi tanggap darurat atas bencana gempa yang melanda wilayah Myanmar. Penugasan ini merupakan instruksi langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk nyata solidaritas kemanusiaan antarnegara sahabat.
Tim EMT Indonesia yang berada di Myanmar terdiri dari 32 personel dengan latar belakang tenaga medis dan penunjang kesehatan, seperti dokter umum, dokter spesialis, perawat, bidan, petugas administrasi, dan logistik. Seluruh tim berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (@kemenkes_ri).

Pelayanan kesehatan diberikan melalui pos layanan medis yang dibangun di lingkungan Rumah Sakit 50 Oattara Thiri Township. EMT mengoperasikan lima tenda darurat sebagai bagian dari fasilitas medis lengkap untuk mendukung layanan Unit Gawat Darurat, Rawat Jalan, Observasi, Farmasi, dan Logistik.
Baca Juga : EMT Indonesia Berhasil Layani 1.112 Warga Myanmar dalam Sepekan Pasca-Gempa
Kehadiran EMT merupakan bagian dari rangkaian bantuan kemanusiaan yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada Myanmar. Bersamaan dengan penugasan EMT, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kepala BNPB, serta perwakilan dari berbagai kementerian/lembaga telah menyerahkan bantuan logistik seberat 124 ton kepada Pemerintah Myanmar secara simbolis.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam diplomasi kemanusiaan, baik di dalam maupun luar negeri, sebagai bagian dari kontribusi global dalam penanganan bencana dan krisis kemanusiaan.
#BNPBIndonesia
#SiapUntukSelamat
#BudayaSadarBencana
#EMTIndonesia
#MyanmarEarthquake














1 komentar