Subang Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Tujuh Desa Wisata Baru Siap Jadi Magnet Wisatawan

Berita, Jabar23 Dilihat

Subang, Lintasnusa.com – Kabupaten Subang terus memperkuat sektor pariwisata berbasis keberlanjutan dengan mengembangkan tujuh desa wisata baru yang mengedepankan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Subang dalam mendorong pertumbuhan pariwisata yang inklusif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Subang tidak hanya dikenal dengan bentang alamnya yang beragam, tetapi juga kekayaan budaya, kuliner khas, kriya, serta tradisi masyarakat pedesaan yang masih terjaga. Potensi tersebut kini dioptimalkan melalui pengembangan desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Tujuh desa wisata yang dikembangkan meliputi Desa Sukasari, Desa Situ Sari, Desa Cisampih, Desa Margasari, Desa Rawalele, Desa Jambelaer, dan Desa Curug Agung. Seluruh desa tersebut telah resmi diluncurkan pada Desember 2025 lalu dengan karakter dan keunggulan masing-masing.

Pengembangan desa wisata ini tidak semata mengejar peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, melainkan diarahkan untuk menciptakan pariwisata berkelanjutan yang mampu melestarikan lingkungan, menjaga nilai budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Desa Wisata Sukasari menawarkan suasana perkampungan Sunda yang asri dengan hamparan sawah, aktivitas pertanian, serta kehidupan sosial masyarakat yang guyub. Wisatawan dapat merasakan pengalaman autentik melalui kegiatan bertani, menikmati kuliner tradisional, hingga tinggal di homestay berbasis rumah warga.

Sementara itu, Desa Situ Sari mengandalkan keindahan Danau Cikadongdong dan Situs Megalitikum Gurudug sebagai daya tarik utama. Keberadaan kampung adat dengan rumah bambu memperkaya pengalaman wisata budaya yang ramah bagi seluruh kalangan.

Desa Cisampih mengusung konsep experience tourism dengan aktivitas seperti fun farming, susur kebun, camping, hingga jalur sepeda yang terintegrasi dengan edukasi air, energi, dan pangan. Desa ini juga mengembangkan agrowisata berbasis komoditas unggulan Subang.

Di Desa Margasari, wisatawan dapat menikmati perpaduan wisata sejarah, budaya, dan agraris melalui Situs Budaya Patenggeng, Ritual Ruatan Bumi, hingga ziarah ke Makam Eyang Bahu Reksa. Aktivitas budidaya ikan juga menjadi sarana edukasi ekonomi berbasis alam.

Potensi agrowisata Desa Rawalele ditopang oleh hamparan kebun karet yang luas. Wisatawan dapat menyaksikan proses penyadapan karet hingga pengolahan kerajinan, serta menikmati destinasi pendukung seperti Bumi Perkemahan Cijuhung dan Pemancingan Saung Nyumput Citugu.

Desa Jambelaer menonjolkan wisata perkebunan dengan komoditas unggulan seperti manggis, nanas, dan pisang. Beragam produk olahan hasil kebun serta aktivitas river tubing di sungai yang jernih menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Adapun Desa Curug Agung menghadirkan wisata alam dan wellness melalui pemandian air panas alami, curug, kebun durian, serta kawasan hutan kecil. Desa ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata petualangan yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan hadirnya tujuh desa wisata baru tersebut, Kabupaten Subang diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat yang berkelanjutan, berbasis masyarakat, dan berakar pada kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *