Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Wanita di Reruntuhan Rumah Mewah Grand Polonia Medan, Proses Identifikasi Masih Berlangsung

Berita50 Dilihat

Jakarta, Lintasnusa.com – 21 Juli 2026 Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban meninggal dunia yang diduga berjenis kelamin perempuan di bawah reruntuhan bangunan rumah mewah yang mengalami ledakan di kawasan elite Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (21/7/2026) dini hari. Korban ditemukan setelah proses pencarian intensif yang melibatkan Basarnas, Brimob Polda Sumatera Utara, serta sejumlah instansi terkait menggunakan metode pencarian modern dan penyisiran terstruktur.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Penemuan korban menjadi perkembangan terbaru dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung sejak informasi kejadian diterima pada Senin malam. Hingga berita ini diterbitkan, proses identifikasi korban masih dilakukan oleh pihak berwenang sehingga identitas resmi belum diumumkan kepada publik.

Tim SAR Temukan Korban pada Pukul 02.20 WIB

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 02.20 WIB setelah tim melakukan penyisiran menyeluruh terhadap material bangunan yang runtuh akibat ledakan.

“Alhamdulillah, pukul 02.20 WIB, satu orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara. Untuk data korban yang ditemukan masih akan dipastikan,” ujar Hery Marantika.

Baca Juga : Prabowo Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Tebang Pilih dalam Memberantas Korupsi

Korban ditemukan berada di bawah timbunan material bangunan pada bagian lantai dua rumah yang mengalami kerusakan paling parah akibat ledakan. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah segera dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut sesuai prosedur.

Informasi Awal Diterima dari Personel Brimob

Operasi pencarian bermula setelah Kantor SAR Medan menerima laporan mengenai insiden ledakan sekitar pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara.

Tidak lama setelah menerima laporan tersebut, Basarnas Medan langsung mengerahkan Tim Rescue menuju lokasi kejadian guna melakukan asesmen awal sekaligus memulai operasi pencarian terhadap kemungkinan adanya korban yang masih tertimbun material bangunan.

Respons cepat tersebut menjadi bagian dari prosedur tanggap darurat dalam penanganan bencana maupun kecelakaan bangunan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Sebanyak 15 Personel Basarnas Diterjunkan

Dalam operasi pencarian, Basarnas Medan mengerahkan sebanyak 15 personel yang memiliki kemampuan khusus dalam operasi Urban Search and Rescue (USAR). Tim kemudian berkolaborasi dengan unsur TNI, Polri, BPBD, tenaga medis, serta instansi pendukung lainnya.

Seluruh personel bekerja secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan petugas mengingat kondisi bangunan yang masih berpotensi mengalami pergerakan material dan runtuhan susulan.

Selain faktor keselamatan, proses evakuasi juga dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kemungkinan ditemukannya korban lain maupun barang bukti yang dapat membantu proses penyelidikan penyebab ledakan.

Operasi Dibagi Menjadi Tiga Tim

Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, operasi SAR dibagi ke dalam tiga sektor kerja.

Tim pertama bertugas melakukan identifikasi awal menggunakan drone thermal. Teknologi tersebut dimanfaatkan guna mendeteksi kemungkinan adanya sumber panas atau keberadaan korban yang tertutup material bangunan.

Penggunaan drone thermal dinilai mampu mempercepat proses pencarian terutama pada area yang sulit dijangkau oleh personel lapangan tanpa harus membongkar seluruh material secara langsung.

Sementara itu, tim kedua melaksanakan pencarian menggunakan metode Area Search Rescue (ASR) 1 melalui pembagian sektor pencarian secara sistematis. Selain melakukan penyisiran, tim juga mengidentifikasi potensi bahaya seperti struktur bangunan yang tidak stabil, kabel listrik, maupun material lain yang berisiko membahayakan petugas.

Tim ketiga memberikan dukungan teknis, pengamanan lokasi, koordinasi logistik, serta membantu proses evakuasi apabila ditemukan korban di bawah reruntuhan.

Proses Evakuasi Berlangsung Hati-hati

Evakuasi korban dari reruntuhan bangunan memerlukan waktu cukup lama karena petugas harus membongkar material secara bertahap menggunakan peralatan khusus.

Metode tersebut diterapkan guna menghindari runtuhan lanjutan yang dapat membahayakan personel maupun merusak kemungkinan bukti penting terkait penyebab ledakan.

Setiap tahapan pembongkaran dilakukan berdasarkan prosedur operasi standar pencarian dan penyelamatan di area bangunan runtuh.

Identitas Korban Masih Menunggu Kepastian

Meski korban diduga berjenis kelamin perempuan, pihak Basarnas belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas korban.

Penetapan identitas akan dilakukan melalui proses identifikasi medis oleh tim forensik di Rumah Sakit Bhayangkara.

Langkah tersebut merupakan prosedur standar agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat serta menghindari kesalahan identifikasi terhadap korban.

Penyebab Ledakan Belum Diumumkan

Hingga saat ini aparat kepolisian maupun instansi terkait belum menyampaikan penyebab pasti ledakan yang menghancurkan rumah mewah tersebut.

Lokasi kejadian masih berada dalam status pengamanan untuk kepentingan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tim investigasi diperkirakan akan mengumpulkan berbagai bukti fisik, memeriksa kondisi bangunan, serta meminta keterangan dari para saksi guna mengetahui kronologi lengkap insiden tersebut.

Masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan oleh aparat berwenang.

Kolaborasi Antarinstansi

Operasi pencarian melibatkan koordinasi lintas instansi yang menjadi kunci keberhasilan proses evakuasi.

Sinergi antara Basarnas, Kepolisian, Brimob, tenaga kesehatan, BPBD, serta unsur pendukung lainnya memungkinkan pencarian dilakukan secara cepat dan sistematis.

Koordinasi terpadu tersebut juga memastikan setiap perkembangan situasi dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Fokus pada Keselamatan Petugas

Selain mencari korban, keselamatan personel menjadi perhatian utama selama operasi berlangsung.

Petugas secara berkala melakukan evaluasi terhadap kondisi struktur bangunan sebelum memasuki area tertentu yang dianggap berisiko tinggi.

Langkah mitigasi tersebut bertujuan mencegah terjadinya kecelakaan kerja selama proses pencarian dan evakuasi berlangsung.

Menunggu Hasil Investigasi Resmi

Perkembangan penanganan kasus ledakan rumah mewah di kawasan Grand Polonia Medan masih terus berlangsung.

Pihak berwenang akan menyampaikan informasi lanjutan setelah proses identifikasi korban selesai dan hasil penyelidikan awal mengenai penyebab ledakan diperoleh.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi dari sumber resmi guna menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.