Trenggalek Dilanda Longsor, Jalan Bandung–Prigi Tertutup Total: Alat Berat Dikerahkan

Berita64 Dilihat

Trenggalek Jawa Timur, Lintasnusa.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi memicu banjir dan tanah longsor yang menutup total Jalan Raya Bandung–Prigi di Desa Watulimo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, pada Jumat (30/1/2026) malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, material longsor berupa lumpur dan bebatuan menutup badan jalan dengan ketinggian sekitar 40 hingga 50 sentimeter, sehingga arus lalu lintas sempat terhenti total. Selain itu, sejumlah rumah warga dilaporkan kemasukan lumpur akibat luapan material.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat untuk melakukan penanganan darurat.

“Penanganan dimulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga 01.00 WIB menggunakan alat berat untuk menyingkirkan lumpur dan bebatuan. Saat ini jalan sudah bisa dilalui, meski masih tersisa material lumpur,” kata Triadi, Sabtu (31/1/2026).

Pembersihan Lanjutan Dilakukan

Untuk memastikan keselamatan pengguna jalan, BPBD Trenggalek melanjutkan penanganan pada Sabtu pagi dengan melakukan penyemprotan badan jalan menggunakan mobil pemadam kebakaran dan truk tangki air.

Baca Juga : Sadis! Perampokan Siang Bolong di Boyolali, Bocah 6 Tahun Tewas Bersimbah Darah

“Penyemprotan dilakukan agar jalan tidak licin dan permukaannya lebih bersih sehingga aman dilalui kendaraan,” jelas Triadi.

Banjir di Gandusari Telah Surut

Selain longsor di Watulimo, BPBD Trenggalek juga melaporkan kondisi banjir luapan di Kecamatan Gandusari telah surut. Banjir yang sebelumnya menggenangi Jalan Raya Gandusari–Kampak dengan ketinggian air sekitar 30–40 sentimeter pada Jumat malam kini tidak lagi mengganggu aktivitas warga.

“Untuk kejadian di Gandusari, air sudah surut total sejak Jumat malam dan pembersihan telah dilakukan oleh warga bersama petugas,” ujar Triadi.

Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem

BPBD Trenggalek mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Trenggalek dalam beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap peningkatan intensitas hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami peningkatan curah hujan menjelang akhir Januari 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan, sehingga berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Dengan kesiapsiagaan dan pemantauan informasi resmi dari BMKG, risiko bencana dapat diminimalkan,” kata Faisal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *