Merespons Dinamika Isu-Isu Maritim Global, Ir Kormar dan Asops Pangkormar Ikut Forum Diskusi Strategis Nasiona

Berita, TNI18 Dilihat

Jakarta, Lintasnusa.com – Korps Marinir TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perspektif strategis nasional terhadap perkembangan lingkungan keamanan maritim dunia yang terus berubah. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Inspektur Korps Marinir (Ir Kormar) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ahmad Fajar, S.M., bersama Asisten Operasi Panglima Korps Marinir (Asops Pangkormar) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Arief Rahman H. Anggorojati, S.E., CTMP., M.M., menghadiri Forum Diskusi Strategis Nasional yang diselenggarakan bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).

Forum strategis tersebut menjadi wadah penting bagi berbagai unsur pemerintah, akademisi, praktisi hukum laut, pakar hubungan internasional, serta unsur militer dalam merumuskan langkah-langkah strategis guna menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim global yang semakin kompleks.

Forum Strategis Bahas Tantangan UNCLOS 1982 di Era Konflik Modern

Diskusi nasional yang dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengangkat tema besar:

“Tantangan UNCLOS 1982 Dalam Masa Konflik: Posisi Negara Pantai Dalam Pelaksanaan Kebebasan Navigasi Negara Berperang dan Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Dinamika Keamanan Maritim Global.”

Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini yang tengah menghadapi berbagai ketidakpastian geopolitik. Persaingan antarnegara besar, meningkatnya konflik bersenjata di sejumlah kawasan, hingga perkembangan teknologi militer modern telah memengaruhi lanskap keamanan laut internasional.

Dalam konteks tersebut, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia perlu terus memperkuat kesiapan nasional agar mampu menjaga kedaulatan wilayah laut sekaligus mempertahankan stabilitas jalur pelayaran internasional yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan global.

Kasal Soroti Kompleksitas Lingkungan Strategis Global

Dalam sambutannya, Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia atas sinergi yang selama ini terjalin dalam menjaga kepentingan nasional Indonesia di bidang maritim.

Menurut Kasal, dinamika lingkungan strategis global saat ini berkembang sangat cepat dan penuh tantangan. Perubahan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor geopolitik, tetapi juga oleh perkembangan teknologi militer, persaingan ekonomi global, serta meningkatnya ketegangan di sejumlah kawasan laut strategis dunia.

Kasal menegaskan bahwa United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 masih menjadi landasan hukum internasional yang paling penting dalam mengatur hak dan kewajiban negara-negara di laut.

Namun demikian, berbagai konflik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir memunculkan sejumlah perdebatan mengenai implementasi UNCLOS ketika terjadi perang atau konflik bersenjata yang melibatkan negara-negara pengguna jalur laut internasional.

“UNCLOS 1982 adalah landasan hukum utama dalam mengatur hak dan kewajiban setiap negara di laut, khususnya negara pantai seperti Indonesia. Namun, dinamika geopolitik memunculkan berbagai kritik terkait relevansi dan implementasinya saat terjadi konflik bersenjata,” ujar Kasal.

Indonesia dan Posisi Strategis dalam Keamanan Maritim Dunia

Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis dalam sistem maritim global. Dengan lebih dari 17 ribu pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke, Indonesia berada di persimpangan jalur perdagangan internasional yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Posisi geografis tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan stabilitas pelayaran internasional.

Setiap tahun, jutaan ton barang dan energi dunia melintasi berbagai selat strategis Indonesia seperti Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Karena itu, setiap perkembangan keamanan maritim global akan memiliki dampak langsung terhadap kepentingan nasional Indonesia, baik dari sisi ekonomi, pertahanan, maupun diplomasi internasional.

Peran Korps Marinir dalam Menjaga Kedaulatan Laut Indonesia

Kehadiran Ir Kormar Brigjen TNI (Mar) Ahmad Fajar dan Asops Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Arief Rahman H. Anggorojati dalam forum ini mencerminkan keseriusan Korps Marinir dalam memperkuat pemahaman terhadap berbagai tantangan strategis yang berkembang di lingkungan maritim global.

Sebagai salah satu komponen utama pertahanan negara di laut, Korps Marinir memiliki peran penting dalam menjaga wilayah pesisir, pulau-pulau terluar, serta mendukung berbagai operasi militer dan kemanusiaan yang berkaitan dengan keamanan maritim.

Di tengah meningkatnya tantangan keamanan global, Korps Marinir dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan profesional, kesiapan operasional, dan pemahaman strategis terhadap berbagai isu yang berkembang.

Diplomasi Maritim Menjadi Instrumen Penting Indonesia

Selain aspek pertahanan, forum ini juga menyoroti pentingnya diplomasi maritim sebagai instrumen utama dalam menjaga kepentingan nasional.

Indonesia selama ini dikenal aktif dalam berbagai forum internasional yang membahas isu-isu maritim, mulai dari keamanan laut, perlindungan lingkungan maritim, hingga penyelesaian sengketa perbatasan secara damai.

Pendekatan diplomasi menjadi sangat penting karena banyak tantangan maritim saat ini bersifat lintas negara dan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan militer semata.

Sinergi antara diplomasi dan pertahanan menjadi kunci bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan serta memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi.

Wamenlu RI Tekankan Posisi Indonesia dalam Diplomasi Maritim Global

Forum diawali dengan keynote speech yang disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno.

Dalam pemaparannya, Wamenlu menekankan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam diplomasi maritim dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang saat ini menjadi pusat perhatian geopolitik global.

Menurutnya, Indonesia harus mampu memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperkuat pengaruh diplomatik sekaligus memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi di tengah perubahan tatanan dunia.

Wamenlu juga menyoroti pentingnya kerja sama antarinstansi dalam menghadapi tantangan maritim masa depan yang semakin kompleks dan multidimensi.

UNCLOS 1982 Tetap Menjadi Pilar Hukum Laut Internasional

Salah satu fokus utama diskusi adalah bagaimana UNCLOS 1982 tetap relevan sebagai pilar utama hukum laut internasional meskipun dunia menghadapi berbagai perubahan geopolitik.

Konvensi ini mengatur berbagai aspek penting mulai dari hak negara pantai, zona ekonomi eksklusif, landas kontinen, kebebasan navigasi, hingga penyelesaian sengketa maritim.

Bagi Indonesia, UNCLOS memiliki arti yang sangat penting karena menjadi dasar pengakuan internasional terhadap konsep negara kepulauan yang selama ini diperjuangkan Indonesia.

Oleh karena itu, menjaga relevansi dan implementasi UNCLOS menjadi bagian dari kepentingan strategis nasional yang harus terus diperjuangkan.

Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Forum Diskusi Strategis Nasional ini juga menegaskan bahwa tantangan maritim modern tidak dapat dihadapi oleh satu institusi saja.

Diperlukan kolaborasi yang kuat antara kementerian, lembaga, TNI, akademisi, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menghasilkan kebijakan yang efektif dan adaptif.

Pendekatan kolaboratif memungkinkan Indonesia memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam merespons berbagai ancaman maupun peluang yang muncul dari dinamika maritim global.

Indonesia Harus Siap Menghadapi Masa Depan Maritim Global

Perubahan geopolitik dunia diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa dekade mendatang. Persaingan kekuatan besar, konflik regional, perkembangan teknologi militer, serta meningkatnya aktivitas ekonomi maritim akan menjadi faktor utama yang memengaruhi keamanan laut internasional.

Sebagai negara maritim besar, Indonesia harus terus meningkatkan kapasitas nasional di bidang pertahanan, diplomasi, teknologi, serta sumber daya manusia agar mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Forum seperti ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kesiapan nasional sekaligus membangun kesamaan persepsi antar pemangku kepentingan mengenai arah kebijakan maritim Indonesia ke depan.

Kesimpulan

Kehadiran Ir Kormar Brigjen TNI (Mar) Ahmad Fajar dan Asops Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Arief Rahman H. Anggorojati dalam Forum Diskusi Strategis Nasional menunjukkan komitmen Korps Marinir dalam merespons dinamika keamanan maritim global yang semakin kompleks.

Melalui forum yang melibatkan berbagai unsur strategis nasional ini, Indonesia berupaya memperkuat kesiapan dalam menghadapi tantangan implementasi UNCLOS 1982, menjaga kedaulatan laut nasional, serta meningkatkan peran aktif dalam menjaga stabilitas maritim dunia.

Sinergi antara diplomasi, pertahanan, hukum internasional, dan kolaborasi lintas sektor akan menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk terus tampil sebagai negara maritim yang kuat, berdaulat, dan berpengaruh di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed